Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Jambore Mentoring Nasional FSLDK : Optimalisasi Peran Mentoring Demi Terwujudnya Indonesia Madani

  • Kabar JS, Kabar Terkini
  • 31 Januari 2012, 13.31
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

jambore1

Pada tanggal 28-29 Januari 2012, LDK Jama’ah Shalahuddin UGM mengikuti kegiatan Jambore Mentoring Nasional (JamMeNas) FSLDK yang diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang. JamMeNas ini dilaksanakan sebagaisalah satu sarana untuk mengoptimalkan mentoring agama Islam dalam peranannya sebagai pilar utama konservasi moral bangsa dan mengukuhkan perannya demi terwujudnya Indonesia madani. Acara ini dihadiri oleh puskomda-puskomda(1) dari berbagai penjuru nusantara yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia.

Pada hari pertama, peserta disuguhi pentas budaya yang diisi dengan aksi lukis oleh mahasiswa FBS UNNES serta nasyid oleh “Awan Nasyid”.

jambore2Hasil Lukisan Mahasiswa FBS UNNES

jambore3Penampilan Awan Nasyid

Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk membahas korelasi antara mentoring dengan pendidikan karakter, maupun pendidikan secara umum dalam Talkshow Mentoring Nasional dengan ADPISI, ILNA, PR 1 UNNES, maupun Puskomnas(2) FSLDK. Beberapa poin penting yang dapat kita ambil di antaranya adalah :

– Potensi dasar manusia adalah dapat membedakan mana yang benar maupun yang salah, dan sebenarnya pendidikan karakter itu sendiri sudah diajarkan pada anak sejak usia dini. Misalnya saja orangtua yang mengajarkan etika ini-itu kepada anaknya. Itu pulalah yang kemudian membentuk karakter anak di kemudian hari.

– Mentoring dapat menjadi sarana penunjang pendidikan karakter, di mana dengan mentoring dapat terjaga akhlaq seorang muslim. Pendidikan secara umum pun dapat dibumbui dengan materi-materi yang dapat menguatkan maupun memperbaiki karakter itu sendiri.

Sesi berikutnya adalah bedah buku “Risalah Manajemen Mentoring Kampus” yang membahas bagaimana pengaturan mentoring kampus. Peserta diajak untuk berdiskusi dan mempresentasikan kendala apa saja yang dihadapi kampus baik kampus yang mentoringnya berada pada level perintis, berkembang, ataupun maju.

Pada hari kedua peserta dibagi dalam 2 sesi, yaitu sesi Training For Trainer (TFT) dan Workshop. Pada sesi TFT, peserta diajarkan bagaimana menjadi seorang presentator profesional dan menguasai kemampuan public speaking dengan baik. Di sesi ini pula dikenalkan bahwa terdapat 3 level manusia yaitu, ingin sukses, memilih untuk sukses, dan komitmen untuk sukses. Pada sesi TFT disampaikan bahwa kunci menjadi trainer adalah memiliki kepercayaan diri yang kuat, karena sebenarnya setiap manusia itu limited edition. Sedangkan pada sesi Workshop dihasilkan silabus kurikulum mentoring kampus. Berikutnya adalah pemaparan terkait dengan “Revitalisasi Lembaga Dakwah Kampus”, di mana dapat disimpulkan bahwa setiap ADK(3) “senior” harus dapat mengantarkan “junior”-nya lulus kuliah. Namun tidak hanya sekedar lulus tapi juga menjadi ADK yang memiliki experience dalam segala lini dakwah kampus, sehingga lahirlah sosok sholeh dan berdayaguna.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan BK IDI(4) FSLDK mengenai program “Senyum Gaza, Senyum Indonesia” yaitu rencana pembangunan sekolah TK di Gaza serta penggalangan dana untuk JDN(5) Palestina. Dana yang terkumpul sebesar Rp 2.094.100,00. Acara ditutup dengan presentasi singkat oleh puskomnas mengenai hasil rapat SC FSLDK Nasional untuk memmpersiapkan agenda selanjutnya yaitu International Muslim Student Summit (IMSS) yang akan digelar pada bulan Juni di Institut Teknologi Bandung selama 5 hari. Dalam kegiatan ini, LDK Jama’ah Shalahuddin UGM mendapat amanah sebagai SC Jaringan.

 

Salam peserta JamMeNas,

Senyum Mentoring, Senyum Indonesia

***

(1) Pusat Komunikasi Daerah
(2) Pusat Komunikasi Nasional
(3) Aktivis Dakwah Kampus
(4) Badan Khusus Isu Dunia Islam. Menangani isu terkait Palestina dan isu-isu Islam dalam skala internasional
(5) Jejaring Donasi Nasional. Salah satu program dari BK IDI untuk Palestina

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada