Tag Archives: hikmah

New Normal: Sebuah Perubahan atau Penyesuaian Kehidupan?

Source: @artstation Pinterest

PENDAHULUAN

Coronavirus merupakan virus yang menginfeksi saluran pernafasan dan menyebabkan Coronavirus disease (Covid-19). Coronavirus ini muncul pertama kali di Wuhan, China pada Desember 2019. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini memiliki gejala awal seperti flu hingga infeksi saluran pernafasan akut, yang bisa berujung pada kematian (Stoppnemonia.id). Penyebaran virus ini cepat dan meluas hingga hampir seluruh negara di dunia terinfeksi oleh Covid-19. Dilansir dari Infeksi Emerging milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada Juni 2020 terdapat 216 dari 241 total negara di dunia yang terjangkit virus Covid-19. Sampai saat ini, jumlah pasien Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Sampai dengan tanggal 17 Juni 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia melalui web covid19.go.id menyebutkan bahwa pasien positif Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia ada sebanyak 41.431 orang, dengan jumlah pasien sembuh 16.243 orang, dan pasien meninggal 2.276 orang. Sedangkan secara global, dari data 216 negara di dunia, jumlah pasien positif Covid-19 terkonfirmasi adalah 8.184.331 orang, dengan jumlah kematian mencapai 443.960 orang. read more

Ketua Jama’ah Shalahuddin Bukan Tumbal Sejarah

Oleh: Abdullah Arif (Filsafat 2011)

Ketua Jama’ah Shalahuddin 1435 H

Menjadi ketua Jama’ah Shalahuddin adalah suatu hal yang berat. Engkau akan dikenakan beban sejarah masa lalu yang tidak ringan. Engkau juga akan dikenakan beban masa depan yang jauh lebih tidak ringan.

Sedetik saja, setelah engkau mengucapkan sumpah, sudah puluhan orang berniat berbicara kepadamu untuk mengungkapkan ide-idenya demi untuk membangun “peradaban”.

Seni Menikmati Ujian Sakit

nikmat-Sakit

Seringkali manusia lalai dengan nikmat Alloh berupa sehat. Manusia sering lalai dengan sesuatu yang tak terasa menempel pada dirinya, termasuk sehat, nikmat yang keberadaannya sering tak dirasakan manusia. Padahal ia (sehat) melekat pada jasad yang aktivitasnya padat merayap. Sampai-sampai baru bisa merasakan nikmatnya tubuh kuat ketika sakit menggantikan sehat. Begitulah hidup, keberadaannya selalu berpasangan, ada sehat maka ada sakit. “sepandai-pandainya tupai melompat, ia pasti akan jatuh juga”. Sekuat-kuatnya manusia, ia tetaplah manusia yang memiliki titik lemah, pada saatnya ia akan jatuh sakit juga. Sakit datang ketika imunitas tubuh menurun sehingga sumber penyakit yang sejatinya sudah menempel di dalam tubuh mudah menyerang dan merusak kekebalan. read more