Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Penyerahan Donasi Kemanusiaan untuk Somalia

  • Kabar JS, Kabar Terkini
  • 6 April 2012, 09.42
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM
  • 1

donasisomalia

Sore itu kajian rutin yang diadakan Jamaah Shalahuddin (JS) tidak seperti biasa. Selasa (3/4), di Masjid Kampus UGM, tepatnya di ruang utama masjid, ada dua banner yang bertuliskan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Banner itu bergambar seorang wanita Somalia. Kajian yang mengambil tema tentang kondisi terkini Somalia itu mendatangkan narasumber langsung dari Jakarta, Bapak Iqbal Setyarso, Direktur Bagian Komunikasi ACT.

Kajian ini diadakan dalam rangka sosialisasi atas penyaluran donasi yang dikumpulkan sejak Ramadhan tahun lalu. Dana yang terkumpul dari para sejumlah Rp 26.552.517,13.

Dalam pemaparanya, Iqbal terlebih dahulu menceritakan kondisi yang terjadi di negara yang penduduknya sebagian besar muslim tersebut. Ia menerangkan, bangsa Somalia adalah bangsa yang tegar. Mereka tidak mau mengemis walaupun kemiskinan dan kelaparan melanda mereka. Untuk berteduh, mereka membangun aqal, rumah nomaden (berpindah-pindah) berbahan reranting kering, seperti sarang burung. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka menjajakan jasa berdagang, menggembala dan memerah susu.

Melalui Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS), yang dibentuk oleh ACT sejak bulan Ramadhan tahun lalu, mereka mensosialisasikan ke masyarakat Indonesia agar peduli terhadap saudara-saudara yang ada di Somalia. Berkat program ini, banyak warga Indonesia yang ikut menyalurkan bantuannya.

Tiga gelombang Tim Aksi sudah dikirimkan ke Somalia untuk membawa bantuan yang dihimpun dari masyarakat Indonesia. Action Team For Somalia ini telah mengirimkan bantuan berupa bahan makanan, pelayanan kesehatan, dan hewan qurban untuk pengungsi di Somalia. Pada saat hari raya Idul Adha, KISS berhasil menyalurkan 1.000 ekor kambing dan 14 ekor unta untuk diqurbankan. “Sungguh, ini merupakan sebuah perjuanggan yang luar biasa dari komite ini dalam membantu saudara-saudara yang sedang terkena bencana kelaparan di tengah-tengah konflik perang saudara,” ungkap Iqbal.

Ia juga menyampaikan, agenda paling penting untuk Somalia adalah perwujudan perdamaiaan di Negara yang berada di tanduk Benua Afrika ini. Hilangnya pertikaian antar kelompok dapat menstabilkan kembali aspek-aspek kehidupan di Somalia, terutama aspek ekonomi. Seberapapun bantuan yang disalurkan oleh negara-negara lain, seperti Turki, Arab Saudi, dan Indonesia, tanpa sebuah perdamaian, permasalahan sulit diselesaikan.

Selain pemaparan materi oleh Iqbal, anggota Mahasiswa Peduli Somalia (MPS) diberi kesempatan untuk memaparkan visi, misi dan kegiatan yang sempat direalisasikan untuk menunjukkan kepedulian terhadap keadaan di somalia. MPS terbentuk dari sebuah kegiatan pelatihan jurnalistik kemanusiaan yang diampu oleh pak Iqbal, yang akhirnya punya gagasan untuk membentuk komunitas peduli Somalia. MPS berpusat di Jakarta dengan gabungan dari beberapa perguruan tinggi, antara lain UI,UNJ,UIN Syarif Hidayatullah, dll. [Tuhu Hermawan]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Komentar (1)

  1. Aksi Cepat Tanggap 9 tahun lalu

    Alhamdulillah hingga saat ini akademisi UGM masih bekerjasama dengan ACT dalam kegiatan kemanusian, sekarang lebih mudah dengan adanya kantor cabang ACT di Yogyakarta
    semoga para jiwa muda mahasiswa dan mahasiswi selalu peduli dengan permasalahan sosial kemanusian di dalam negeri dan di luar negeri dari wujud Pancasila sila ke-2

    Reply

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada