Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • JS Menulis
  • Catatan Shalahuddin

Q.S Muhammad Ayat 33

  • Catatan Shalahuddin, Kajian
  • 11 Maret 2020, 20.45
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

8 Maret 2020

Notula: Fadhlurrahman Yusuf Fardan

Catatan Kajian Ahad Pagi

Pemateri: Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.A.

Muhammad: 33

يٰٓاَيُّهَاالَّذِيْنَاٰمَنُوْٓااَطِيْعُوااللّٰهَوَاَطِيْعُواالرَّسُوْلَوَلَاتُبْطِلُوْٓااَعْمَالَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu.”

Pembahasan ayat ini dimulai dari isi perintah yang pertama, yakni atii’u Allaah wa atii’u ar-rasuul. Ayat ini tidak menggunakan ati’u Allah wa ar-rasul yang sebenarnya bermakna sama. Namun kata ati’u sengaja diulangi. Salah satu hikmah diulangnya kata ati’u adalah penekanan bahwasanya beriman kepada Allah harus dilengkapi dengan kepatuhan yang sungguh-sungguh pada syariat yang dibawa oleh Rasulullah. Selain itu, ayat ini juga menegaskan bahwa hadits Rasul berfungsi sebagai pelengkap Al-Qur’an. Ketika ada hukum yang belum dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an, maka hadits Rasul yang melengkapinya.

Di bagian selanjutnya, disebutkan, wa la tubtilu a’malakum (dan janganlah kamu merusak amalmu). Maksud dari merusak amal adalah melakukan suatu perbuatan yang berpotensi merusak atau bahkan menghapus pahala amal yang telah dikerjakan. Dalam suatu riwayat, disebutkan bahwa dahulu, para sahabat Rasulullah mengira selama memiliki laa illahaa illallah di dalam kalbu, dosa yang dilakukan tidak akan berpengaruh, begitu pun sebaliknya. Maka turunlah ayat ini. Kemudian mereka takut dosa yang dikerjakan bisa membatalkan amal. Riwayat lain menyatakan dari Ibn Umar, bahwa dahulu para sahabat berpendapat bahwa semua kebaikan sekecil apa pun akan diterima, lalu turunlah ayat ini. Maka para sahabat bertanya kepada Rasul,“Apa yang bisa membatalkan amal?[1]”Beliau menjawab, “Adapun yang bisa membatalkan amal-amal adalah dosa-dosa besar.[2]”Selain dosa besar yang mampu merusak amal, perbuatan lain yang mampu merusak amal adalah ketidaksempurnaan amal itu sendiri. Sebagai contoh, syariat haji dan umrah. Dalam pelaksanaan haji maupun umrah, umat muslim diperintahkan untuk menyempurnakan ibadahnya hingga tuntas, sehingga pahala yang didapat pun sempurna. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa maksud dari merusak amal adalah murtad. Pendapat ini muncul sebab di ayat selanjutnya membahas tentang orang kafir.

[1]Ada faedah yang dapat diambil dari riwayat ini. Yakni setiap ada ayat yang turun, para sahabat merasa was-was karena ayat tersebut bisa jadi turun karena mereka.

[2]Tidak semua dosa besar membatalkan amal, misalkan mencuri.

Tags: Ahad Islam Kajian Q.S Muhammad Tafsir

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

Jama’ah Shalahuddin Gelar Pelatihan Riset

Kabar JSKabar UGM Minggu, 19 Maret 2023

Riset merupakan hal yang paling mendasar supaya gerak dakwah Jama’ah Shalahuddin tepat sasaran. Untuk itu, Jama’ah Shalahuddin menggelar pelatihan riset untuk anggota yang diadakan oleh Departemen Kajian Strategis pada hari Sabtu (18/3).

Bertempat di Ruang Meeting Masjid Kampus UGM, Pelatihan Riset yang diisi oleh Ahmad Resa, S.Ag (Pengurus Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara) berlangsung pada pukul 08.35 WIB hingga menjelang waktu zuhur.

Grand Launching JS 2023: Kolaborasi Gerak Dakwah Melalui Optimalisasi Peran Pemuda dan Pemanfaatan Teknologi

Kabar JSKabar Terkini Sabtu, 25 Februari 2023

Pada Sabtu (25/2), Jama’ah Shalahuddin melaksanakan Grand Launching Kepengurusan 2023. Acara ini di awali dengan seminar dengan judul “Kolaborasi Gerak Dakwah Melalui Optimalisasi Peran Pemuda dan Pemanfaatan Teknologi”. Narasumber yang hadir pada seminar kali ini adalah Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

JS dan Takmir Masjid Kampus UGM Gelar Kajian Akbar Isra’ Mi’raj

Kabar JSKabar TerkiniKajian Jumat, 24 Februari 2023

Untuk menyongsong Grand Launching Jama’ah Shalahuddin Tahun 2023, Jama’ah Shalahuddin bersama takmir Masjid Kampus UGM menggelar Kajian Akbar untuk memeringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw.

Kajian Rumah Aisyah 4 sesi 3 dengan subtema Meneladani Keteguhan Iman Asiyah Istri Fir'aun

Rumah Aisyah 4.3: Meneladani Keteguhan Iman Asiyah Istri Fir’aun

KajianKajianKajian Kamis SoreWomen Institute Indonesia Selasa, 12 Oktober 2021

Tema : Kisah Wanita Teladan yang Dirindukan Surga
Subtema : Meneladani Keteguhan Iman Asiyah Istri Fir’aun
Pembicara : Ustadzah Siwi Ummu Nabilah
Hari, tanggal : Ahad, 10 Oktober 2021
Waktu : 09.00–10.35 WIB
Tempat : Google Meet

Sesi Pematerian

Asiyah bintu Muzahim merupakan istri Fir’aun.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin