Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kajian

Rumah Aisyah 2.1: Muslimah Bersama Tuhannya

  • Kajian, Kajian Kamis Sore, Women Institute Indonesia
  • 17 November 2020, 10.30
  • Oleh : athif.y.h

Be an Ideal Muslimah

Upaya Mengenal Diri dan Peran Muslimah

Pembicara : Fathiah Islam Abadan, S. P.

 

Sosok Figur

Terdapat dua sosok figur wanita mulia di zamannya. Pertama, Ibunda Hajar (Istri kekasih Allah, Nabi Ibrahim) yang ridho ketika ditinggalkan bersama anak yang baru lahir oleh suaminya di padang pasir yang tandus karena mengetahui bahwa itu adalah perintah Allah. Hajar meyakini bahwa Allah tidak akan menelantarkan hamba-Nya, sebab Hajar memiliki kekuatan aqidah (tauhid) yang kokoh dalam hatinya. Kedua, kisah seorang gadis penjual susu yang teguh mempertahankan kejujurannya untuk tidak berbuat curang meskipun sang Ibu menyuruhnya. Gadis itu kemudian menikah dengan putra Amirul Mu’minin Umar bin Khattab, Ashim sehingga melahirkan seorang putri yang nantinya menjadi ibu dari khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz. Dari kedua kisah di atas, kita tahu bahwa hal paling pertama dan utama yang harus ditanamkan dalam hati dan diri seorang muslim adalah inti agama, yaitu tauhid.

Landasan

Pertama, tauhid adalah dakwah para nabi. Kedua, 10 tahun pertama dakwah Rasulullah adalah mengokohkan tauhid untuk menjadi pondasi kaum muslimin. Tanpa tauhid kepada Allah, sebanyak apapun amal ibadah yang dilakukan, tidak akan diterima dan menjadi sia-sia (Q.S. Az-Zumar ayat 65-66). Sehebat dan sesukses apa pun seseorang dari sisi duniawi, ketika tidak memahami tauhid, seseorang akan mudah terjerumus dalam kesyirikan.

Tauhid terdiri dari 3 jenis, yakni mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya, mengesakan Allah dalam hal ibadah kepada-Nya, dan mengesakan Allah dalam asma’ (nama) dan sifat-Nya. Untuk mengenal tauhid, setiap muslim perlu mempelajari ilmu agama, khususnya ilmu tauhid. Dalam Q.S. Al-A’raf ayat 172, para ulama menafsirkan bahwa fitrah penciptaan manusia adalah sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang nantinya pasti dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.

Konsekuensi

Konsekuensi pertama penghambaan seorang muslimah terhadap Allah ialah melaksanakan kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapkan. Hal ini merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Beberapa amalan wajib, antara lain: sholat lima waktu, sholat sunnah, melaksanakan puasa Ramadhan, menunaikan ibadah haji dan umroh, dan menutup aurat.

Sholat fardhu lima waktu merupakan tiang agama yang menegakkan agama dalam diri serta menjadi pembeda antara muslim dan kafir. Sholat fardhu secara tepat waktu merupakan amalan paling dicintai Allah, penggugur dosa yang menjaga kebersihan hati dan jiwa. Muslimah hendaknya melakukan shalat dengan khusyu’, berusaha memahami apa yang dibaca saat shalat, dan merendahkan diri di hadapan Allah. Ia juga mengingat dosa yang dilakukan dan nikmat yang diberikan oleh Allah, mengingat aib-aib yang ditutupi oleh Allah. Sholatnya mampu menjaga dari perbuatan maksiat yang Allah haramkan. Shalat sunnah menjadi penyempurna kualitas shalat wajib dan mampu meningkatkan keimanan kepada Allah. Kewajiban lainnya adalah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan, walaupun amalan ini menjadi tantangan bagi muslimah karena adanya siklus menstruasi. Selain itu, muslimah wajib membayar zakat fitrah dan bersedekah, serta melakukan ibadah umroh dan haji. Dalam hal ini, seorang muslimah hendaknya mendalami fiqih haji dan umroh sesuai Al-Qur’an dan Sunnah sehingga tidak ikut-ikutan semata. Menunaikan ibadah haji juga seharusnya ditemani mahram, yaitu suami, saudara laki-laki kandung, atau saudara laki-laki sepersusuan.

Sabda Nabi SAW.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1:191 dan Ibnu Hibban, 9:471)

Tags: Kewajiban muslimah Rumah Aisyah Tauhid Tuhan

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

Kajian Rumah Aisyah 4 sesi 3 dengan subtema Meneladani Keteguhan Iman Asiyah Istri Fir'aun

Rumah Aisyah 4.3: Meneladani Keteguhan Iman Asiyah Istri Fir’aun

KajianKajianKajian Kamis SoreWomen Institute Indonesia Selasa, 12 Oktober 2021

Tema : Kisah Wanita Teladan yang Dirindukan Surga
Subtema : Meneladani Keteguhan Iman Asiyah Istri Fir’aun
Pembicara : Ustadzah Siwi Ummu Nabilah
Hari, tanggal : Ahad, 10 Oktober 2021
Waktu : 09.00–10.35 WIB
Tempat : Google Meet

Sesi Pematerian

Asiyah bintu Muzahim merupakan istri Fir’aun.

Kajian Rumah Aisyah 3 sesi 2 dengan subtema Meneladani Kemuliaan Akhlak Fatimah Az-Zahra

Rumah Aisyah 4.2: Meneladani Kemuliaan Akhlak Fatimah Az-Zahra

KajianKajianKajian Kamis SoreWomen Institute Indonesia Selasa, 28 September 2021

Tema : Kisah Wanita Teladan yang Dirindukan Surga
Subtema : Meneladani Kemuliaan Akhlak Fatimah binti Rasulullah
Pembicara : Ustadzah Siwi Ummu Nabilah
Hari, tanggal : Ahad, 26 September 2021
Waktu : 09.00–10.35 WIB
Tempat : Google Meet

Sesi Pematerian

1.

Kajian Rumah Aisyah 4 sesi 1 dengan subtema Meneladani Pengorbanan Khadijah binti Khuwailid

Rumah Aisyah 4.1: Meneladani Pengorbanan Khadijah binti Khuwailid

KajianKajianKajian Kamis SoreWomen Institute Indonesia Selasa, 14 September 2021

Tema : Kisah Wanita Teladan yang Dirindukan Surga
Subtema : Meneladani Pengorbanan Khadijah binti Khuwailid
Pembicara : Ustadzah Siwi Ummu Nabilah
Hari, tanggal : Ahad, 12 September 2021
Waktu : 09.00–10.35 WIB
Tempat : Google Meet

Sesi Pematerian

Istri nabi disebut ummul mukminin berdasarkan surah Al-Ahzab ayat 6 yang berbunyi:

َّاَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ وَاَزْوَاجُهٗٓ اُمَّهٰتُهُمْ

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.”

Khadijah radhiyallahu’anha merupakan ummul mukminin yang pertama kali.

Kajian Rumah Aisyah 3 dengan subtema Adab Muslimah dalam Berkarier

Rumah Aisyah 3.4: Adab Muslimah dalam Berkarier

KajianKajianKajian Kamis SoreWomen Institute Indonesia Selasa, 27 April 2021

Tema : Adab Muslimah: Upaya Menjaga Izzah dan Iffah
Subtema : Adab Muslimah dalam Berkarier
Pembicara : Ustadzah Tika Faiza, S.Psi.
Hari, tanggal : Ahad, 25 April 2021
Waktu : 10.00–11.30 WIB
Tempat : Google Meet

Sesi Pematerian

Wanita dalam pandangan Islam

Ialah sosok yang sangat dimuliakan daripada posisi wanita dalam banyak peradaban Jepang, Yunani, maupun Persia.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada