Rumah Aisyah 4.1: Meneladani Pengorbanan Khadijah binti Khuwailid

Kajian Rumah Aisyah 4 sesi 1 dengan subtema Meneladani Pengorbanan Khadijah binti Khuwailid
Tema : Kisah Wanita Teladan yang Dirindukan Surga
Subtema : Meneladani Pengorbanan Khadijah binti Khuwailid
Pembicara : Ustadzah Siwi Ummu Nabilah
Hari, tanggal : Ahad, 12 September 2021
Waktu : 09.00–10.35 WIB
Tempat : Google Meet

Sesi Pematerian

Istri nabi disebut ummul mukminin berdasarkan surah Al-Ahzab ayat 6 yang berbunyi:

َّاَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ وَاَزْوَاجُهٗٓ اُمَّهٰتُهُمْ

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.”

Khadijah radhiyallahu’anha merupakan ummul mukminin yang pertama kali. Secara nasab, Khadijah radhiyallahu’anha memiliki nasab yang mulia. Ummul mukminin Khadijah radhiyallahu’anha memiliki ayah yang bernama Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay, dan nasabnya akan bertemu dengan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam pada Qushay. Ibunya bernama Fatimah bintu Zaidah. Khuwailid memiliki kedudukan yang tinggi pada masyarakat Makkah waktu itu.

Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, Khadijah radhiyallahu’anha pernah menikah dua kali, yang pertama dengan Abu Halah (Hindun bin Nabasy) dan memiliki dua orang putra yakni Halah dan Hindun. Setelah Abu Halah meninggal, beliau menikah dengan ‘Atiq bin ‘Abid bin ‘Abdillah al-Makhzumi dan memiliki seorang anak bernama Hindun. Abu Halah dan ‘Atiq juga merupakan orang yang terpandang di Makkah. Abu Halah merupakan seorang mufti dan ‘Atiq merupakan seorang pedagang besar. Khadijah radhiyallahu’anha meneruskan usaha suaminya yakni berdagang. Beliau memiliki khafilah dagang untuk mengirimkan dagangannya ke negara lain, tetapi beliau tetap berada di Makkah. Khadijah radhiyallahu’anha memiliki julukan ath-Thahirah yakni wanita yang suci karena beliau selalu menjaga kehormatannya. Karena Khadijah merupakan janda yang kaya raya, banyak pemuda Quraisy yang berlomba-lomba mendekatinya untuk dinikahi, namun Khadijah radhiyallahu’anha menolaknya karena beliau tahu bahwa mereka mendekatinya karena pasti ada maunya.

Terdengar berita bahwa ada seorang pemuda yang memiliki jiwa amanah dan juga memiliki pengalaman berdagang, sehingga Khadijah radhiyallahu’anha mencoba untuk mengajak Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam untuk membawakan dagangannya ke Syam. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam berdagang ke Syam didampingi oleh Maisarah, yang juga diberi tugas untuk mengamati tingkah laku Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, karena sifat asli seseorang itu dapat kelihatan ketika sedang safar. Sifat asli seseorang juga dapat diketahui dari saat dia berutang maupun dari tetangganya. Di Syam, mereka mendapat keuntungan yang berlipat ganda. Tatkala sampai di Makkah, Maisarah segera menceritakan kebaikan akhlaq dan juga keberkahan yang didapat saat berdagang bersama Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam. Kemudian dalam hati Khadijah radhiyallahu’anha ada perasaan ingin dinikahi Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau kemudian mengutarakan isi hatinya kepada sahabatnya yakni Nufaisah bintu Muni’ah karena beliau masih malu-malu untuk berbicara kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam. Lalu Nufaisah mendatangi Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam untuk menanyakan kepada Nabi untuk menikahi Khadijah radhiyallahu’anha. Hal inilah yang dapat dicontoh wanita sekarang untuk menjaga kehormatannya. Pernikahan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam dan Khadijah radhiyallahu’anha dikarunia delapan anak, yakni al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Putra laki-laki beliau meninggal ketika masih bayi.

Sifat-sifat Khadijah radhiyallahu’anha:

  • Beriman kepada risalah yang dibawa Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, dan beliau merupakan orang yang pertama beriman dan membenarkan kabar yang dibawa Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Sebagaimana dapat kita contoh pada masa sekarang ini yakni dengan mengimani hari akhir yang masih ghaib. Dan yang lebih dekat lagi dengan kita adalah dengan mempercayai tentang alam kubur yang bahkan kita tidak tahu kapan kita akan berada di sana.
  • Sabar dan lemah lembut, contohnya saat menghibur Nabi tatkala turun wahyu yang pertama.
  • Rajin beribadah.
  • Melayani Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan mengurus rumah tangga dengan baik.
  • Dermawan.

Keutamaan Khadijah radhiyallahu’anha:

  • Wanita yang paling utama di surga.
    “Wanita penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah bintu Khuwailid, Fathimah bintu Muhammad, Aasiyah bintu Muzahim istri Fir’aun, dan Maryam bintu Imran.” (HR. Ahmad, dan dinilai shahih)
  • Sebaik-baik sosok wanita.
    “Sebaik-baik wanita adalah Maryam bintu Imran dan Khadijah bintu Khuwailid.” (HR. Al Bukhari)
  • Sosok yang tetap menempati hati Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, meski Khadijah radhiyallahu’anha sudah lama meninggal.
    Di antara alasannya: beliau beriman kepada Nabi tatkala mayoritas orang kufur pada Nabi, membenarkan Nabi tatkala orang-orang mendustakan Nabi, membantu Nabi tatkala orang-orang menahan harta mereka, dan Allah memberi rizki berupa anak tatkala istri lain tidak mendapatkannya. (HR. Ahmad dan dinilai shahih)
  • Mendapatkan salam dari Allah ta’ala dan malaikat Jibril ‘alaihissalam. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Sesi Tanya Jawab

  1. Pada saat berdagang beliau tidak melakukan perjalanan dagangnya sendiri, namun mengirimkan khafilah. Namun pada saat sekarang ini sedikit susah untuk menerapkan hal tersebut. Bagaimana cara wanita zaman sekarang?
    Jawab: Tidak masalah berinteraksi atau bermuamalah dengan lawan jenis, namun dengan tetap mengetahui batasan-batasan yang ada. Saat ini, kita dapat menjaga kehormatan dengan menjaga batasan-batasan yang perlu kita terapkan saat melakukan muamalah. Seperti contohnya tidak memakai emoji yang terlalu berlebihan saat chat atau pun saat berbicara tidak memakai suara yang mendayu-dayu.
  2. Ketika belum ada niat untuk menikah, bagaimana pandangan ustadzah? Karena jujur masih prioritas pada ibu dan adik, karena saya tulang punggung keluarga.
    Jawab: Tidak masalah, karena hukum menikah antara satu orang dengan orang lain itu menikah, tetapi tetap harus menjaga kehormatan. Contohnya tidak ingin menikah namun pacaran tetap jalan, maka yang seperti itu adalah salah.
  3. Mengapa Khadijah radhiyallahu’anha ini memiliki kepribadian yang terpuji sebelum menjadi istri Nabi dan sebelum masuk Islam, apakah kepribadiannya ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau dari kedewasaan berpikir beliau?
    Jawab: Ada orang yang sudah memiliki akhlaq yang baik dari awal dan diperkuat dari lingkungan keluarga namun ada juga yang sebaliknya. Namun, jika seseorang berusaha untuk memperbaiki aklaqnya maka akan nada pahala tersendiri.
  4. Adakah cerita tentang cara mendidik anak ala Khadijah radhiyallahu’anha?
    Jawab: Belum ada hadits yang menceritakan tentang cara beliau mendidik anak-anaknya. Namun, dari sirah dapat kita lihat sifat anak-anaknya yang baik, maka dapat disimpulkan anak-anaknya pun meniru sifat ibunya.

Rumah Aisyah 4

Kajian selanjutnya: Meneladani Kemuliaan Akhlak Fatimah Az-Zahra