Category Archives: Hikmah

Tradisi ‘Uzlah Nabi : Dari Social Distancing Menuju Kesadaran Profetis

Tradisi ‘Uzlah Nabi : Dari Social Distancing Menuju Kesadaran Profetis

Oleh : Rahmat Tri Prawira Agara

source: https://www.bumiqu.org/

Dalam waktu yang tidak lama lagi, umat muslim di seluruh dunia akan menyambut bulan yang paling ditunggu-tunggu selama setahun, yaitu bulan suci Ramadhan. Akan tetapi, tidak seperti Ramadhan-ramadhan sebelumnya, di tahun ini perayaan Ramadhan akan terasa berbeda karena di saat yang sama terjadi peristiwa pandemi virus Corona di seluruh dunia.

Salah satu himbauan yang dikeluarkan oleh WHO dan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus adalah dengan melakukan Social Distancing yang dilakukan dengan membatasi interaksi dengan orang lain dan mengurangi segala aktivitas di luar rumah. Lembaga-lembaga keagamaan seperti MUI juga telah mengeluarkan fatwa dan surat edaran tentang himbauan dan tata cara pelaksanaan ibadah di tengah pandemi. read more

Ibn Sina: Bagaimana Ia Menjadi Luar Biasa

source: Wikipedia Ibnu Sina

source: Gambar wikipedia Ibnu Sina

Ibn Sina: Bagaimana Ia Menjadi Luar Biasa

Oleh : Amrina Rosyada (Staf Media Center Jama’ah Shalahuddin)

Meminjam istilah Malcolm Gladwell pada salah satu karyanya, Outlier, istilah outlier digunakan untuk orang-orang yang mungkin bisa dibilang sangat spesial, luar biasa, memiliki kemampuan jauh di atas rata-rata. Para outliers inilah yang sering kita sebut “jenius”.  Jika outliers adalah orang-orang yang paling hebat, paling terkenal, paling berkilau namanya, maka pantaslah kiranya apabila kita sebut Ibn Sina sebagai outlier. read more

Setiap Hari Adalah Tahun Baru

Oleh: Rama Shidqi Pratama (Fakultas ISIPOL 2015)

Gegap gempita Tahun Baru 2019 sudah kita lewati beberapa hari lalu. Banyak yang mencoba mengenang masa-masa setahun ke belakang, dan berharap akan hal-hal yang baik dalam setahun ke depan. Namun, apakah yang disebut Tahun Baru selalu terjadi pada 1 Januari?

Ada banyak sekali kalender di dunia ini, dengan basis penanggalan yang beraneka rupa. Ada kalender Hijriyah, yang dipakai oleh umat Islam. Ada kalender Saka yang dipakai orang Hindu. Ada kalender Majusi yang dulu dipakai orang Persia. Ada kalender suku Aztec. Ada kalender Julian, yang menjadi kalender Masehi – sebelum dipresisikan ulang menjadi sistem Gregorian. Bahkan ada kalender Juche di Korea Utara, yang perhitungannya dimulai dari tahun Kim Il-Sung, pendiri negara itu lahir.
Ada yang berdasar pada perhitungan matahari atas bumi, seperti kalender Masehi. Ada juga yang berdasar pada perhitungan bulan atas bumi, seperti kalender Hijriyah dan kalender Jawa. Ada juga yang memadukan keduanya. read more

Berhijab Syar’i: Sebuah Jalan Memaknai Kehidupan

Oleh: Virta Attirah Damananda
Kemuslimahan JS UGM

Saya adalah seorang muslimah. Apa makna dari pernyataan tersebut? Makna dari pernyataan tersebut adalah bahwa saya ber-istislam, alias berserah diri sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Apa maksud dari “berserah sepenuhnya”? Maksudnya adalah bahwa saya meyakini kalau hanya Allah-lah yang sejatinya berkuasa atas alam semesta ini–Dialah yang menciptakan dan mengatur segalanya, termasuk diri saya sendiri. Alhasil, konsekuensi dari keyakinan tersebut adalah terposisikannya diri saya sebagai seorang hamba dan Allah sebagai Tuhan. Lalu, bagaimanakah seharusnya sikap seorang hamba terhadap Tuhannya? Sikap seorang hamba yang tepat terhadap Tuhannya adalah sepatutnya ia menaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. read more

Kita Masih Teman, Kan?

Oleh: Fachrul Budi Prayoga (Fakultas Teknik 2016)

Aku sadar, di sela-sela aku berusaha keras mendapatkan IP terbaikku tiap semester. Berusaha memperjuangkan yang terbaik agar orang tuaku tersenyum. Seringkali, dhuha saat pagi terlewat. Dzikir setelah sholat kadang kutunda. Dimana-mana, ku hanya memikirkan bagaimana tepat waktu untuk ngambis, tapi sering lupa dengan tepat sasaran saat mati nanti.

Aku sadar, di sela-sela event yang kudaftar. Aku masih ingat, mencari relasi dan pengalaman, juga bahkan untuk berkontribusi besar untuk perkumpulan mahasiswa di kampus, menjadi alasanku mengambil semua itu. Tapi seringkali, aku lupa bahwa aku juga semestinya berkontribusi untuk aku juga. Diri ini butuh asupan ibadah, yang mana sering terlambat karena rapat. Yang mana seringkali tidak senyaman bercengkrama dengan Rabb, saat aku tidak sibuk. read more