Arsip:

Uncategorized

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat. Bukan hanya sekali dua kali, tapi kita bisa mendengar hal ini sepanjang tahun. Ditambah lagi dengan masifnya perkembangan media sosial, kita dapat dengan mudah menemukan “perang saudara” sesama muslim di kolom komentar.

Mari kita kesampingkan forum-forum diskusi yang memang membahas perbedaan pendapat secara akademis dan teologis. Hal ini tentu baik baik saja dan tidak bisa dihitung sebagai konflik internal umat Islam, karena memang kebudayaan Islam dibangun di atas kebudayaan ilmiah. Yang kita sorot adalah keributan-keributan yang terjadi di luar forum akademis ini. Narasi-narasi saling hina saling benci, seolah-olah antar kelompok saling berebut jamaah. Pertanyaannya adalah “jamaah yang mana yang saling diperebutkan?” read more

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia. Pada periode ini, terjadi perubahan yang cukup signifikan yang menghasilkan corak pergerakan Islam yang baru, terutama di kampus-kampus yang terkenal menjadi pusat keunggulan, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Corak ini dikenal khalayak dengan sebutan Gerakan Dakwah Kampus. Periode ini juga ditandai dengan persentuhan dakwah kampus dengan berbagai gerakan Islamis bercorak global, seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dan Salafi (Arrobi, 2020: 1-2). Ikhwanul Muslimin menginspirasi kemunculan gerakan Tarbiyah yang menyebar di Indonesia melalui gerakan-gerakan di seputar Masjid Salman ITB pada tahun 1980-an (Saluz, 2009: viii). Sementara Hizbut Tahrir menyebar di Indonesia melalui Masjid Al-Ghifari IPB (Arrobi, 2020: 24). read more

UMAT YANG WAFAT

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah. Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah, dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan. Wahai saudara-saudaraku, maafkan kami yang hanya sibuk memampang poster-poster di sosial media, mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita. Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri, sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi. Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa? Maafkan kami terlalu sibuk berbaris di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan, meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka” sampai habis suara. Tapi kami salat subuh jam tujuh, berjamaah hanya jika tidak lelah. Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan tentang kebangkitan dan pembebasan, jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan, sibuk mencari alasan dan pembenaran. Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini hanyalah mimpi-mimpi. Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah ini tak kan berani melawan penjajah. Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri. Apakah jika kita bisa mengangkat senjata, siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina? (Jeda) Maka ingatlah, bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat. Maka angkatlah senjatamu, panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata, pada tawa anak-anak tanpa orang tua, dan pada kemanusiaan yang telah mati dalam diri-diri kita. 00.06 Selasa, 21 Mei 2024 Meja Barat Penulis : Ammar Rafi

Lihat Artikel

Tambahan Untuk Pertemuan Minggu Lalu:

 

Boleh bersedekah dengan terang-terangan ataupun tersembunyi. Terang-terangan artinya terlihat oleh orang, orang tau kalau kita bersedekah. Tersembunyi artinya bahwa orang tidak melihat bahwa kita bersedekah. Namun pada dasarnya, sedekah lebih utama secara sembunyi-sembunyi. Namun pada saat tertentu, lebih utama bersedekah secara terang-terangan. Beberapa ibadah juga lebih utama bila dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Seperti sholat sunnah dan membaca Al-Quran. Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 272: read more

Konsep Otomatis

Kajian Ahad Pagi Ahad, 17 November 2024

Al-Baqarah ayat 270-271 Sedekah Secara Sembunyi-Sembunyi dan Sedekah Secara Terang-Terangan

Pembicara : Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., M.A.

 

(Al-Baqarah ayat 270)

 

وَمَاۤ اَنۡفَقۡتُمۡ مِّنۡ نَّفَقَةٍ اَوۡ نَذَرۡتُمۡ مِّنۡ نَّذۡرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ يَعۡلَمُهٗ ؕ وَمَا لِلظّٰلِمِيۡنَ مِنۡ اَنۡصَارٍ‏ ٢٧٠

Artinya: “Dan apapun infak yang kamu berikan atau nazar yang kamu janjikan maka sungguh, Allah mengetahuinya. Dan bagi orang zalim tidak ada seorang penolong pun.” read more

Konsep Otomatis

Ringkasan Kajian Ahad Pagi Ahad, 3 November 2024 Al-Baqarah ayat 268-269 Intimidasi

Setan akan Kemiskinan dan Pemahaman yang Benar Terhadap Al-Qur’an

Pembicara : Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., M.A. 

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًاۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌۖ ۝٢٦٨

Artinya: “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia-Nya. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui” (Al-Baqarah (2):268). read more

Konsep Otomatis

Ringkasan Kajian Ahad Pagi Ahad, 6 Oktober 2024

Al-Baqarah ayat 261-263: Pahala Berinfak di Jalan Allah dan Etikanya

Pembicara : Ustadz Abu Abdirrahman, S. Pd. I., M. Pd. I.

 

Al-Baqarah 261

 

 مَثَلُ الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنۡۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِىۡ كُلِّ سُنۡۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ​ؕ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنۡ يَّشَآءُ​ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيۡمٌ‏ read more

Konsep Otomatis

Ringkasan Kajian Ahad Pagi Ahad, 6 Oktober 2024

Al-Baqarah ayat 261-263: Pahala Berinfak di Jalan Allah dan Etikanya

Pembicara : Ustadz Abu Abdirrahman, S. Pd. I., M. Pd. I. 

 

مَثَلُ الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنۡۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِىۡ كُلِّ سُنۡۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ​ؕ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنۡ يَّشَآءُ​ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيۡمٌ‏ read more

Konsep Otomatis

Ringkasan Kajian Ahad Pagi Ahad, 13 Oktober 2024

Al-Baqarah ayat 261-264: Pahala Berinfak di Jalan Allah dan Etikanya Part 2

Pembicara : Ustadz Abu Abdirrahman, S. Pd. I., M. Pd. I. Notulis : Anisa Dwi

 

Al-Baqarah 264

 

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًاۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْاۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ read more

Konsep Otomatis

Ringkasan Kajian Ahad Pagi Ahad, 20 Oktober 2024

Tafsir Q.S. Al Baqarah 2 : 265-266

“Berinfak Karena Allah dan Berinfak Karena Selain-Nya” Pembicara : Ust. Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., M.A. 

 

QS. Al Baqarah ayat 265

 

وَمَثَلُ الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمُ ابۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ اللّٰهِ وَ تَثۡبِيۡتًا مِّنۡ اَنۡفُسِهِمۡ كَمَثَلِ جَنَّةٍۢ بِرَبۡوَةٍ اَصَابَهَا وَابِلٌ فَاٰتَتۡ اُكُلَهَا ضِعۡفَيۡنِ‌ۚ فَاِنۡ لَّمۡ يُصِبۡهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ‌ؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ بَصِيۡرٌ read more