Sesi Pematerian
A. Petualangan hidup manusia
Jika saat ini manusia sedang hidup di dunia, dia memiliki 2 fase kehidupan di masa lalu dan 2 fase kehidupan di masa depan. Dua fase di masa lalu ialah alam ruh dan alam rahim, sedangkan 2 fase di masa depan adalah alam kubur dan alam akhirat.
Alam ruh, yang secara keseluruhan hanya Allah Yang Maha Tahu tentang dunia ruh ini. Ruh adalah sesuatu yang membuat manusia hidup dan ini sepenuhnya urusan Allah, sebagaimana yang dinyatakan dalam firman-Nya:

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (al Isra`/17: 85)
Alam rahim, manusia akan berada di alam rahim selama 40 minggu. Di alam ini, terjadi peristiwa kesaksian setiap hamba bahwa Allah adalah Tuhannya, seperti yang dijelaskan dalam QS Al-A’raaf ayat 172. Kesaksian (syahadat) ini sebenarnya menjadi titik tolak seorang manusia di awal kehidupannya yang kemudian menjadi fitrah setiap manusia. Di alam rahim juga terjadi penyertaan takdir, di mana Allah subhanahu wa ta’ala menakdirkan nasib manusia. Sehingga, jika memahami konsep takdir, manusia akan mengerti bahwa segala sesuatu di kehidupannya adalah milik Allah. Pemahaman tersebut akan menjauhkan manusia dari penyakit al-wahn (Cinta dunia tetapi takut mati) yang menyebabkan dia melupakan alam kubur.
Alam dunia. Kata “dunia” berasal dari kata Arab “الدنیا“ sedangkan ad-dunya sendiri berasal dari ” ُدن- ُوُدنْی- َناَد “َ yang berarti dekat, rendah, hina. Rasulullah pun mensifati dunia sesuatu yang lebih hina dibanding bangkai anak kambing. Di alam dunia, kita dipinjamkan fisik oleh Allah, yang disebut sebagai “ahsani taqwim” atau bentuk yang sebaik-baiknya. Olehnya itu, berhati-hatilah menilai sesuatu dengan pujian cantik, ejekan jelek, dll. Karena ketika kita men-judge seseorang dengan kalimat tidak cantik, secara tidak langsung kita menuduh bahwa Allah menciptakan bentuk yang tidak baik. Dunia juga berkaitan dengan benda/materi, dalam artian tempat bagi manusia secara fisik (basyariyah).
Alam barzakh/alam kubur. Barzakh berarti dinding yang tebal, di mana orang yang telah memasuki alam ini tidak akan bisa kembali ke dunia. Ketika masuk ke alam kubur, raga-raga manusia akan hancur di tanah kecuali para nabi dan para wali Allah. Sebab, fisik mereka senantiasa terjaga dari perbuatan maksiat yang melanggar ketentuan Allah selama di dunia. Seluruh fisik tersebut juga selalu digunakan untuk hal-hal baik yang disukai Allah. Di alam kubur juga terdapat malaikat yang bertugas memberikan pertanyaan kepada mayat serta mengazabnya.
Alam akhirat, merupakan alam terakhir yang dicapai dengan melalui hari kiamat (hari kebangkitan) terlebih dahulu. Alam akhirat disifati dengan
safar ba’id (perjalanan yang sangat jauh) karena manusia harus melalui berbagai fase hingga sampai di tujuan terakhirnya, yaitu surga atau neraka. Bahkan surga atau neraka sendiri bersifat kekal atau selama-lamanya.
Kelima fase ini dapat dijumpai di Al-Quran dengan rinci, terkecuali alam ruh. Jika kita mengaku sering membaca Al-Quran tetapi belum mendapatkannya, mungkin kita hanya memandang tetapi tidak mendalami kandungannya. Dari kelima fase itu, dapat disimpulkan bahwa manusia berasal dari alam ruh dan berakhir di alam akhirat. Ruh datang dari Allah dan akhirat pun milik Allah, sehingga kehidupan manusia sejatinya dari Allah dan menuju ke Allah. read more