Aksi Solidaritas Untuk Rohingya Yogyakarta

Aksi Solidaritas Untuk Rohingya Yogyakarta

[JS News] Jumat,22 Mei 2015 Aksi Solidaritas Untuk Rohingya Yogyakarta, Indonesia Konflik kemanusiaan etnis Rohingya di Myanmar menguak ke permukaan. Diperkirakan ada ribuan pengungsi yang terombang-ambing di laut Andaman dan sekitar selat Malaka. Eksodus besar-besaran, diskriminasi akut, pembunuhan, serta penindasan menjadi ancaman bagi etnis Rohingya yang bermukim di Myanmar yang membuat etnis Rohingya memilih kabur dan mengungsi untuk menyelamatkan jiwa. Tekanan dari pemerintah serta masyarakat mayoritas Myanmar membuat etnis Rohingya dikategorikan oleh PBB sebagai one of the world’s most persecuted minorities atau salah satu etnis minoritas yang paling tersiksa di muka bumi. Di Indonesia, Aceh menyambut dan menyelamatkan sekitar 6.000 manusia perahu Rohingya yang terombang-ambing dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Banyak anak-anak, wanita dan orang tua yang penuh luka-luka, dehidrasi, menderita penyakit kulit dan lain sebagainya. Kondisi memprihatinkan ini belum ditambah pergerakan sekitar 7.000 pengungsi yang terombang-ambing di laut Andaman dan sekitar selat Malaka yang ditangkap oleh citra satelit. read more

Pengumuman Lomba MTQ UGM 2015 Tahap 2

Pengumuman Lomba MTQ UGM 2015 Tahap 2

Lomba dilaksanakan pada dua hari (Ahad 24 Mei dan Selasa 26 Mei) di Fakultas Filsafat dan “Gedung K” Fakultas Psikologi, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Lomba yang dilaksanakan pada hari Ahad, 24 Mei 2015, antara lain:

a. Khathil, pukul 08.00 – menjelang asar, di pelataran Fakultas Filsafat (depan kantin Bonbin, samping FEB).

b. Hifdzil, Tilawah, dan Tartil, pukul 13.00 – menjelang asar (mobilisasi tempat pada saat pembukaan).

c. Pidato dan Puitisasi, pukul 15.30 – menjelang maghrib (mobilisasi tempat pada saat pembukaan). read more

UGM Bersimpati, Aksi Solidaritas Untuk Rohingya

UGM Bersimpati, Aksi Solidaritas Untuk Rohingya

[JS News] Jumat, 22 Mei 2015, Jamaah Shalahuddin UGM menggelar dialog akbar bertajuk solidaritas untuk Rohingya. Dialog ini dilaksanakan untuk menanggapi isu muslim Rohingya yang terusir dari kampung halamannya di Myanmar.

Dialog akbar dilaksanakan usai shalat Jumat di masjid kampus UGM, menghadirkan ustadz Ridwan Hamidi, Lc, M.A. M.PI (Inisiator Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN)  dan Syuhelmaidi Syukur (Ketua Komite Nasional Solidaritas Untuk Rohingya, Senior President  ACT Indonesia) dan dimoderatori oleh Ahmad Rizky Mardhatillah Umar, S.IP (Researcher at ASEAN Studies Center UGM). Dialog dimulai dengan pemutaran video dari ACT yang menceritakan tentang keadaan muslim Rohingya. read more

Solidaritas Untuk Rohingya

Dialog Akbar Menggalang Solidaritas Untuk Rohingya

rohingya `4

Fenomena terdamparnya para pencari suaka di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kembali membuka ingatan masyarakat Indonesia akan kerasnya kehidupan di negara-negara yang sedang dalam keadaan berkonflik. Para pencari suaka yang kebanyakan berasal dari etnis Rohingya, salah satu etnis minoritas di Myanmar, mendapatkan tindakan diskriminatif oleh pemerintahan setempat. Tidak hanya itu, etnis Rohingya juga mengalami kekerasan struktural dari etnis mayoritas Myanmar yang beragama Budha. Konflik vertikal antara pemerintahan Myanmar dengan etnis minoritas Rohingya telah eksis sejak kemerdekaan Myanmar di tahun 1948. Pemerintah Myanmar menganggap etnis Rohingya merupakan imigran ilegal yang tidak pantas bermukim di teritorial Myanmar. Dengan adanya kebijakan demikian, pemerintah Rohingya berusaha mengusir mereka secara pelan-pelan dan tidak memberikan hak-hak dasar kepada mereka. Kini, konflik tersebut tereskalasi hingga pada tahapan yang tidak terbayangkan sebelumnya, dibuktikan dengan dipilihnya sebuah opsi oleh ribuan warga Rohingya untuk mempertaruhkan nyawanya di lautan Hindia demi menemukan kehidupan yang lebih baik di negara tetangga, salah satunya Indonesia. read more

“HIKMAH MULTIDIMENSI ISRA MIS’RAJ”

HIKMAH MULTIDIMENSI ISRA MIS’RAJ

Oleh: Fakhirah Inayaturrobbani (Kajian Strategis JS UGM 1436 H/2015 M)

Peristiwa yang mengiringi Isra’dan Mi’raj.

Raut muka bersih nan bercahaya itu tampak berduka. Senyum yang terukir di wajahnya tak mampu menyembunyikan hatinya yang gundah. Pria dengan cahaya kenabian itu masuk ke dalam rumah mengucap salam, di dalam putrinya menyambut sang ayah dengan mata berkaca-kaca. Di atas kepalanya masih ada sisa-sisa tanah yang ditaburkan oleh orang tak waras di jalanan. Orang itu menghadang jalannya, kemudian menaburkan tanah diatas kepala pria mulia ini. read more

X