04Mei/10

Matahariku

pagi

Matahariku

Sebenarnya ku ingin kau selalu menyinari hari-hariku

Tapi aku mengerti kau juga harus pergi

Tuk memberikan kehidupan di belahan yang lain

Dan jiwa yang lain sangat mengharapkan kehadiranmu

Aku tau

Jika kau tak pergi

Maka aku tak akan pernah bisa

Memandang indahnya bintang dan tenangnya cahaya bulan

Merasakan sapuan lembut angin malam

Lalu memejamkan mata tuk menantimu esok hari

30Apr/10

Take and Give Dompet Shalahuddin

give-and-take
Sama seperti bulan-bulan sebelumnya, pada setiap hari minggu ketiga dalam suatu bulan, BSO DOmpet Shalahuddin Jama’ah Shalahuddin melaksanakan kegiatan rutin pada waktu tersebut. Kegiatan tersebut bernama Take and Give, suatu prosesi acara penyerahan beasiswa untuk Penerima Beasiswa DOMPET SHALAHUDDIN. Jumlah Penerima Beasiswa Dompet Shalahuddin ada lebih dari 25 orang, dg rincian 15 siswa SMA dan lebih dri 10 penerima Beasiswa Mahasiswa (terus bertambah).
30Apr/10

Tawadhu’

padi

Allah Maha Mulia dan menghendaki agar hamba-hamba-Nya menjadi orang-orang yang mulia, bahwa luasnya kemuliaan mereka tidak merasa lebih tinggi di atas saudara-saudara mereka. Maka saat itu ia merasa bangga terhadap diri sendiri, merasa di atas yang lain, dan merendahkan kedudukan mereka. Dan Allah memberi karunia kepada hamba-hamba-Nya dengan memberi petunjuk untuk beriman. Maka jika mereka enggan dan memilih kesesatan, maka Dia Maha Kuasa mengganti mereka dengan satu kaum yang mulia dengan iman mereka dan merendahkan diri terhadap saudara-saudara mereka.

22Apr/10

Atas Kursi Rotan

rotan

Selepas isyak segera ku kembali ke kontrakan. Jalan- jalan sempit sepanjang gang, redup dengan temaram lampu kuning Kota Semarang. Tak ubah Semarang di zaman Belanda, penjajah yang merontakan rakyat kita. Masjid Ar Rahman berjarak 600 meteran dari kontrakan. Kontrakan mahasiswa tua, betapa tidak hampir semua yang tinggal di sana adalah yang menunggu dengan tenang ujian pendadaran. Begitu juga denganku, rencana bulan mei ujian pendadaran akan datang. Semoga keinginan ini segera terwujud, dan dapat kembali ke dunia sesungguhnya.

Agenda hidupku tidak pernah berucap, bahwa aku akan menjadi mahasiswa IAIN seperti saat ini. Apalagi IAIN Walisongo, terlebih Jurusan Tarbiyah. Melihat sejarah yang telah ku lewati masa lalu. Keonaran dalam tingkah laku semasa remaja SMA membuat ngiris untuk mengingatnya. Meski masih dimaklumi namun kadang membikin hati menangis pedih bak teriris. Masa kelam penuh penyesalan kini.

18Apr/10

Dan Gunung Bertasbih Kepada-Nya

gunung

Suatu saat, ditengah perkuliahan, dosen saya tiba-tiba menghentikan penjelasannya dan beliau memberikan suatu cerita yang cukup berkesan bagi saya dan semua mahasiswa yang hadir dalam ruangan itu. Beliau bercerita, dahulu ketika masih muda pernah diajak oleh salah seorang yang cukup berpengaruh di Badan Vulkanologi Jogjakarta – nama lembaga ini saya sedikit lupa, tapi kira-kira seperti itu – pergi ke puncak Gunung Merapi. Setelah beberapa jam mendaki, akhirnya sampailah beliau dan temannya tersebut di salah satu kawah Merapi (kawah kering). Sambil melepas lelah di dekat kawah tersebut, beliau ditanya oleh temannya kira-kira bagaimana jika gunung yang sedang mereka daki itu tiba-tiba meletus. Sambil memakan bekal yang mereka bawa, dosen saya dengan santai menjawab bahwa mau bagaimana lagi jika kenyataannya begitu.