Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • JS Menulis
  • Catatan Shalahuddin

ku tahu cara da’wahku

  • Catatan Shalahuddin, JS Menulis
  • 2 April 2008, 07.15
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

(Sempat terhapus dari website JS. Diterbitkan kembali 27 Juli 2019)

kader shalahuddin adalah penjelmaan manusia super yang penuh dengan segala potensi. dengan sentuhan kepekaan niscaya akan tereksplorlah potensi tersebut dalam sebuah prestasi aktual. kepekaan disinipun harus terukur dengan segala macam dinamika yang ada dan berkembang dalam lingkungan yang disebut jama’ah shalahuddin. salah sentuh dan ramu maka fatal akibat yang di timbulkannya. sebagai analog adalah sebuah komputer yang sedang dioperasikan oleh seorang gaptek, menjadi keniscayaan komputer tersbut mengalami banyak kerusakan dan berakibat hancur pada fase terparahnya.

kader shalahuddin butuh satu sentuhan kepekaan yang berujung pada sebuah action plan di lapangan. kemampuan untuk mengorganisir seakan menjadi faktor sekunder dalam hal pengelolaan potensi kader. mengapa demikian? sebab kemampuan kader bukan terletak pada pengalaman atau sebuah kepercayaan diri semata, melainkan terletak pada sebuah kemauan dan keinginan bekerja keras untuk kesuksesan da’wah.

akhi wa ukhti fillah.

antum adalah sesosok manusia cerdas yang lahier bukan bersenang karena ada aspek pembelajar, atau lahir untuk menjadi hamba Allah yang hanya tahu bagaimana cara ibadah dengan benar, tetapi antum terlahir sebagai hamba Allah yang mampu menyadarkaan orang lain juga bahwa ia adalah hambaAllah yang paling Alllah sayangi dan muliakan, serta terlahir untuk menjadi pemimpin yang faham bagaimana cara memimpin. Allohu a’lam bi showab

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada