Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Post by
Post by :

Jama'ah Shalahuddin UGM

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah. Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah, dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan. Wahai saudara-saudaraku, maafkan kami yang hanya sibuk memampang poster-poster di sosial media, mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita. Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri, sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi. Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa? Maafkan kami terlalu sibuk berbaris di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan, meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka” sampai habis suara. Tapi kami salat subuh jam tujuh, berjamaah hanya jika tidak lelah. Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan tentang kebangkitan dan pembebasan, jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan, sibuk mencari alasan dan pembenaran. Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini hanyalah mimpi-mimpi. Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah ini tak kan berani melawan penjajah. Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri. Apakah jika kita bisa mengangkat senjata, siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina? (Jeda) Maka ingatlah, bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat. Maka angkatlah senjatamu, panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata, pada tawa anak-anak tanpa orang tua, dan pada kemanusiaan yang telah mati dalam diri-diri kita. 00.06 Selasa, 21 Mei 2024 Meja Barat Penulis : Ammar Rafi
.

Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamJS Menulis Rabu, 21 Mei 2025

Ada satu fenomena yang terus menjadi pertanyaan: mengapa pedagang pribumi sering kalah bersaing dengan pedagang Tionghoa? Ada sebuah anomali dalam dunia bisnis di mana para pebisnis pribumi lebih memilih mengambil pasokan barang secara individu dari pemasok Tionghoa di kota, padahal faktanya mereka mampu melakukan pengambilan barang langsung ke pabrik secara kolektif (tentunya dengan harga yang jauh lebih murah).

Budi Pekerti: Sebuah Tafsir Sosial dalam Ber-Media Sosial

JS MenulisKarya Seni Selasa, 10 Desember 2024

Malam itu, di ruang segi delapan yang dipeluk sejuknya angin malam Yogyakarta, peserta Training Kepemimpinan (TK) 2 Jama’ah Shalahuddin berkerumun, menyaksikan layar yang menayangkan sebuah film ciamik.

Kepanasan di Surabaya, Kedinginan di Malang. Begini Cerita Jama’ah Shalahuddin Mengadakan Kunjungan Lembaga ke UKMKI dan UAKI

Kabar JS Jumat, 15 November 2024

Dalam rangka memperluas syiar dakwah dan menjalin silaturahmi, Jama’ah Shalahuddin (JS) melalui Departemen Jaringan dan Kerjasama mengadakan kunjungan ke Lembaga Dakwah Kampus dari dua kampus besar di Jawa Timur pada 9-10 November 2024.

Iman yang Mengeringkan: Ulasan Novel Kemarau Karya A.A Navis

CerpenHikmahIsu Dunia IslamJS Menulis Senin, 14 Oktober 2024

Iman yang Mengeringkan: Ulasan Novel Kemarau Karya A.A Navis

Penculik Kata: Aghli Maula

Departemen Kajian Strategis 2024

Peringatan! Ulasan ini mengandung bocoran!

“Meskipun manusia itu ada yang mengingkari Tuhan, kafir, munafik, tetapi kalau mereka giat berusaha, berani menantang kesulitan, mereka akan dapat lebih banyak dari orang yang malas, meski orang malas itu rajin sembahyang,” ujar Sutan Duano pada warga kampung. 

Tamparan yang begitu keras itu buat siapapun berpikir lebih banyak: Apakah iman menggaransi kehidupan yang lebih baik? Apakah doa saja tak cukup untuk mendapat hidup yang baik di dunia? Tanya-tanya di kepala itu acapkali dihindari, dijauhi, dan dibuang ke tempat sampah paling jauh dari pikiran yang tak jarang kita anggap suci, bersih, dan penuh iman—serba putih.

Tabligh Akbar Maulid POP 1446 H | Teladan Kepemimpinan Rasulullah Saw di Era Kontemporer

Kabar JSKabar TerkiniKabar UGM Senin, 30 September 2024

“Dilahirkan menjadi umat Rasulullah Saw adalah sebuah kemuliaan, tetapi pada kenyataanya terjadi gap yang cukup besar antara harapan tersebut dengan realita sosial yang terjadi pada saat ini.” 

~Amien Rais~

Rangkaian kegiatan Maulid Pop 1446 H telah diselenggarakan pada September 2024.

KAP 22 September 2024 | Al-Baqarah ayat 259: Kisah Al-’Uzair dan Keledainya serta Petunjuk Adanya Hari Kebangkitan

KajianTafsir Qur'an Minggu, 22 September 2024

Allah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 259

أَوْ كَٱلَّذِى مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْىِۦ هَٰذِهِ ٱللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ ٱللَّهُ مِا۟ئَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُۥ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِا۟ئَةَ عَامٍ فَٱنظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ ءَايَةً لِّلنَّاسِ ۖ وَٱنظُرْ إِلَى ٱلْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ read more

.
123…52

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada