Arsip:

Kajian

Forum Mengeja Hujan #10: Sirah Nabawiyah

Forum Mengeja Hujan #10 bersama Ustadz Anton Ismunanto pada 11 Juli 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH.

Sirah nabawiyyah penting karena hal tersebut adalah benih peradaban kita. Detail dan mekanisme datangnya berita mengenai Nabi Muhammad SAW sampai ke kita dari sumber tepercaya yang disebut sanad. Sanad lah yang membuat informasi mengenai beliau dapat dapat dipertanggungjawabkan. Jangan pernah mengecilkan sirah nabawiyyah karena jika hal tersebut dilakukan kita akan kehilangan sebagian ilmu keislaman yang kita miliki. Sirah nabawiyyah dan Qur’an adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dengan mempelajari sirah nabawiyyah kita bisa mendapatkan banyak ilmu, yaitu akidah, Qur’an, hadits, fiqh ibadah, muamalah, akhlak, dan bahkan pengobatan. Belajar sirah memiliki tahapan dan tingkatan. Tahapan belajar sirah ada 3 dan di dalam setiap tahapan ada detail tingkatannya masing-masing. Tahap yang pertama adalah mengetahui garis besar, kemudian tahap kedua adalah reflektif dan tahap yang terakhir adalah tematik. Ketika kita berbicara tentang peradaban kita dapat membaca sirah dari perspektif Ibnu Khaldun. Menurut Ibnu Khaldun, sebuah peradaban sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang ada di dalam peradaban tersebut. Dari Nabi Muhammad SAW kita melihat konsep dakwah Ibnu Khaldun dengan dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW hal tersebut relevan karena sahabat pada saat itu benar-benar bekerja keras membangun peradaban Islam. Pada saat itu mereka tidak hanya membangun peradaban kecil, namun juga menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada saat itu.  read more

Forum Mengeja Hujan #9: Pengantar

Forum Mengeja Hujan #9 bersama Ustadz Anton Ismunanto pada 3 Juli 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH

Sejarah Peradaban Budaya Ilmu

(Bagaimana Budaya Ilmu Terealisasi dalam Sejarah)

Kebanyakan buku yang membicarakan tentang sejarah peradaban melakukan pendekatan menggunakan aspek sosial politik. Politik merupakan salah satu aspek penting peradaban dan sering kali perubahan sosial terjadi karena aspek politik. Perubahan sosial politik mudah menjadi penanda sejarah. Sejarah Islam juga menggunakan pendekatan politik sebagai penanda peristiwa yang terjadi. Contohnya adalah masa Khulafaur Rasyidin, kemudian dilanjutkan oleh dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Perkembangan ilmu tidak hanya terjadi pada masa Abbasiyah, tetapi hal tersebut merupakan estafet atau kelanjutan apa yang telah terjadi di masa sebelumnya, meskipun perkembangan yang masif memang terjadi pada masa Abbasiyah. Ketika kita berbicara mengenai dunia Islam modern, topik tersebut tidak bisa dipisahkan dari penjajahan, yaitu penjajahan Kristen terhadap Islam. Karena agama merupakan kekuatan besar yang mendorong penjajahan. Jadi, penjajahan tidak semata-mata terjadi hanya karena kepentingan ekonomi. Karena sejarah kebanyakan membicarakan aspek politik, maka kita akan mengenal tokoh-tokoh politik seperti Abu Abbas As-Saffah, Harun Ar-Rasyid, Shalahuddin Al-Ayubi, dan Muhammad Al-Fatih. Jika kita melakukan pendekatan dengan ilmu pengetahuan, maka kita akan menemukan bahwa sebagian tokoh politik adalah tokoh ilmu pengetahuan. Kita perlu tahu bahwa sebagian tokoh politik di dunia Islam mensyaratkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kita akan menemukan bahwa sebagian tokoh politik dunia Islam adalah seorang yang ‘alim. read more

Tulisan "Forum Mengeja Hujan" yang dihiasi gambar 2 payung dan rintik-rintik hujan

Forum Mengeja Hujan #8: Budaya Ilmu dan Peradaban

Forum Mengeja Hujan #8 bersama Ustadz Anton Ismunanto pada 19 Juni 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH.

Budaya Ilmu dan Kebahagiaan Hakiki

Ilmu yang disebutkan oleh pengarang adalah ilmu yang merujuk pada kebenaran. Sains modern yang sekuler dan sofisme yang berkembang di zaman post-modern membuat kita mengandaikan ilmu dan kebenaran adalah dua hal yang berbeda. Padahal dalam Islam, jika disebut kata ilmu maka itu merujuk pada kebenaran. Semua yang sifatnya tidak benar seperti prasangka, keraguan, wahn, dan zhan tidak bisa disebut sebagai ilmu. Dalam bahasa Arab, kebenaran disebut dengan “al-haqq” yang merujuk kepada makna tegas, konstan, dan stabil. Maka, ketika orang mengenali kebenaran dalam bertindak, dia akan cenderung merasakan kestabilan, dan kebahagiaan. Jika kita renungkan, kebahagiaan lebih kepada makna ketenangan daripada kesenangan. Ketenangan itu melekat pada makna ”haqq”, maka budaya ilmu merupakan sesuatu yang harus kita kembangkan karena ia mengantarkan manusia kepada kebenaran. Sedangkan yang bertentangan dengan budaya ilmu akan menimbulkan problem kejiwaan. Kenapa budaya ilmu Islam perlu ditanamkan dalam pendidikan adalah karena hal tersebut adalah sesuatu yang akan mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan. read more

Tulisan "Forum Mengeja Hujan" yang dihiasi gambar 2 payung dan rintik-rintik hujan

Forum Mengeja Hujan #6: Budaya Ilmu dan Peradaban

Forum Mengeja Hujan #6 bersama Ustadz Anton Ismunanto pada 5 Juni 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH.

Negara yang baik, yang ingin memiliki masyarakat yang cerdas harus memasukkan budaya ilmu ke dalam sistem nilai dan falsafah pembangunan negara. Kemudian, pelaksanaan budaya ilmu lainnya adalah penghormatan kepada ilmuwan dan pendidik, merapatkan cendekiawan dengan masyarakat, pembacaan bermutu, budaya ilmu pemimpin, ilmu dalam membuat keputusan, peranan media masa, persediaan bahasa ilmu dan kegiatan terjemahan. read more

Tulisan "Forum Mengeja Hujan" dengan latar gambar air dan payung

Forum Mengeja Hujan #5 : Budaya Ilmu dan Peradaban

Forum Mengeja Hujan #5 bersama Ustadz Anton Ismunanto pada 30 Mei 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH

Syarat asasi peradaban adalah keberadaan budaya ilmu di masyarakat yang memungkinkan masyarakat berkembang secara duniawi dengan sistem nilai yang turut berkembang.

Budaya ilmu adalah sebuah budaya yang mendudukan ilmu di tempat yang paling tinggi melampaui hal-hal lainnya, contohnya ekonomi. Ilmu lebih tinggi dibandingkan pertimbangan ekonomi, sehingga bukan ilmu yang melayani proses ekonomi, melainkan hal-hal berkaitan dengan ekonomi dikorbankan atau sekurang-kurangnya dialokasikan untuk perkembangan ilmu. Jika kita melihat budaya barat, kita akan menemukan budaya ilmu yang cacat. Memang mereka punya ilmu yang mengagumkan, tetapi ilmu yang ada pada mereka menghamba pada aspek-aspek ekonomi, sehingga ilmu yang mengangkat manusia ke derajat yang lebih tinggi menjadi terabaikan. read more

Kajian Rumah Aisyah 3 dengan subtema Adab Muslimah dalam Berkarier

Rumah Aisyah 3.4: Adab Muslimah dalam Berkarier

Tema : Adab Muslimah: Upaya Menjaga Izzah dan Iffah
Subtema : Adab Muslimah dalam Berkarier
Pembicara : Ustadzah Tika Faiza, S.Psi.
Hari, tanggal : Ahad, 25 April 2021
Waktu : 10.00–11.30 WIB
Tempat : Google Meet

Sesi Pematerian

Wanita dalam pandangan Islam

Ialah sosok yang sangat dimuliakan daripada posisi wanita dalam banyak peradaban Jepang, Yunani, maupun Persia. Contohnya dalam menutup aurat wanita dalam Islam sangat dimuliakan dari segi fisiknya, bahkan saking mulianya yang boleh menyentuh hanya mahram dan suaminya, serta tidak boleh keluar tanpa mahram. Berbeda dengan wanita peradaban lain yang mengumbar fisik menjadi suatu kelebihan bahkan mereka diperbolehkan berganti-ganti pasangan. Misal di Indonesia ada pandangan wanita akan semakin mahal harganya jika menjadi pekerja seks. Memakai hijab dalam Islam bukan bentuk pengekangan tetapi pemuliaan dan jika keluar dari syariat-syariat itu maka akan turun harga dirinya. Sebenarnya yang diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala melalui syariat itu bertujuan untuk menjaga agama dan menjaga sisi kemanusiaan manusia itu sendiri. Tetapi jika ada kawan yang ingin berhijrah dan belum memantapkan hati untuk mengenakan hijab kita tidak boleh merendahkannya. read more

Rumah Aisyah 3 Sesi 3: Adab Muslimah dalam Berinteraksi dengan Lawan Jenis

Rumah Aisyah 3.3: Adab Muslimah dalam Berinteraksi dengan Lawan Jenis

Tema : Adab Muslimah: Upaya Menjaga Izzah dan Iffah
Subtema : Adab Interaksi dengan Lawan Jenis
Pembicara : Ustadzah Tika Faiza, S.Psi.
Hari, tanggal : Ahad, 18 April 2021
Waktu : 10.00–11.30 WIB
Tempat : Google Meet

Sesi Pematerian

Poin utama dari kajian kali ini adalah:

Adab saat bertemu tatap muka

Jika kita bertemu dengan mahram kita, maka kitab boleh untuk menatap matanya asalkan tidak disertai dengan syahwat (ipar bukan termasuk mahram). Seperti yang terdapat dalam surah An-Nur ayat 31 yang berbunyi:

وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اٰبَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَاۤىِٕهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَاۤءِ ۖوَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ read more

Rumah Aisyah 3.2: Adab Muslimah Dalam Bersolek

Rumah Aisyah 3.2: Adab Muslimah dalam Bersolek

Tema : Adab Muslimah: Upaya Menjaga Izzah dan Iffah
Subtema : Adab Muslimah dalam Bersolek
Pembicara : Ustadzah Tika Faiza, S.Psi.
Hari, tanggal : Ahad, 11 April 2021
Waktu : 13.15–14.45 WIB
Tempat : Google Meet

Sesi Pematerian

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Q.S. Ali Imran : 14) read more

Tulisan "Forum Mengeja Hujan" dengan latar gambar air dan payung

Forum Mengeja Hujan #4: Budaya Ilmu: Satu Penjelasan

Forum Mengeja Hujan #4 bersama Ustadz Anton Ismunanto pada 10 April 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH.

Sampul buku "Budaya Ilmu: Satu Penjelasan" oleh Wan Mohd. Nur Wan Daud terbitan Pustaka Nasional PTE LTD Singapura

Buku ini akan membantu kita untuk memahami bahwa agama Islam itu terdiri di atas fondasi ilmu pengetahuan yang solid atau kokoh. Karena bukunya berbahasa Malaysia jadi ada beberapa hambatan seperti, bahasa yang sama dengan kita namun agak berbeda makna dikarenakan cara pengambilan serapan dari bahasa asing seperti Inggris, dan Arab antara Indonesia dan Malaysia berbeda. read more

Rumah Aisyah 3.1: Adab Muslimah dalam Berbusana dan Berhijab

Rumah Aisyah 3.1: Adab Muslimah dalam Berbusana dan Berhijab

Tema : Adab Muslimah: Upaya Menjaga Izzah dan Iffah
Subtema : Adab Muslimah dalam Berbusana dan Berhijab
Pembicara : Ustadzah Tika Faiza, S.Psi.
Hari, tanggal : Ahad, 4 April 2021
Waktu : 09.00–10.30 WIB
Tempat : Google Meet

Sesi Pematerian

Izzah berkaitan dengan kehormatan seorang perempuan dan iffah berkaitan dengan rasa malu dan harga diri. Menjaga izzah dan iffah bagi muslimah itu penting karena sebagai bagian dari iman. Sebab kehormatan diri juga bagian dari iman. Kehormatan diri seorang perempuan dicerminkan dari caranya dalam berpakaian. Berbusana seorang muslimah itu harus diniatkan dalam keimanan jadi tidak sekadar berbusana saja.

Kenapa kita harus berpakaian?

Segala sesuatu ada adab dan akhlaqnya, termasuk adab terhadap raga.

Termasuk komponen dalam diri manusia yang mempunyai tubuh, akal, nafsu, hati, dan lain sebagainya. Semua itu memiliki adab bagaimana memperlakukan akal, hati, dan jiwa dengan benar. Karena suatu saat kita akan kembali kepada sang pencipta, sehingga perlu juga untuk selalu bersyukur menerima nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada kita dengan apa adanya. read more