Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kajian
  • Forum Mengeja Hujan

Forum Mengeja Hujan #5 : Budaya Ilmu dan Peradaban

  • Forum Mengeja Hujan, Kajian
  • 31 Mei 2021, 09.15
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM
Tulisan "Forum Mengeja Hujan" dengan latar gambar air dan payung

Forum Mengeja Hujan #5 bersama Ustadz Anton Ismunanto pada 30 Mei 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH


Syarat asasi peradaban adalah keberadaan budaya ilmu di masyarakat yang memungkinkan masyarakat berkembang secara duniawi dengan sistem nilai yang turut berkembang.

Budaya ilmu adalah sebuah budaya yang mendudukan ilmu di tempat yang paling tinggi melampaui hal-hal lainnya, contohnya ekonomi. Ilmu lebih tinggi dibandingkan pertimbangan ekonomi, sehingga bukan ilmu yang melayani proses ekonomi, melainkan hal-hal berkaitan dengan ekonomi dikorbankan atau sekurang-kurangnya dialokasikan untuk perkembangan ilmu. Jika kita melihat budaya barat, kita akan menemukan budaya ilmu yang cacat. Memang mereka punya ilmu yang mengagumkan, tetapi ilmu yang ada pada mereka menghamba pada aspek-aspek ekonomi, sehingga ilmu yang mengangkat manusia ke derajat yang lebih tinggi menjadi terabaikan.

Berkenaan dengan itu, terdapat bentuk pemikiran “bebalisme”. Bebalisme adalah ketika seseorang secara kognitif menjadi lebih tinggi, namun persoalan yg reflektif malah gagal dilakukan. Profesor Syed Al-Attas menyampaikan ciri bebalisme, di antaranya:

1. Tidak mampu mengenali masalah
2. Jika diberitahu, dia tidak berupaya menyelesaikannya
3. Tidak mampu mempelajari apa yang diperlukan, malah tidak memiliki kemahiran belajar
4. Tidak mengaku bebal
5. Tidak bisa mengaitkan sesuatu dalam konteks ruang & waktu dengan faktor lain

Intinya, di masyarakat berbudaya ilmu, ilmu didudukan pada tempat yang tinggi. Ketika orang berorientasi pada ilmu artinya dia berorientasi pada perkembangan manusia. Budaya ilmu penting untuk menjadi komitmen kita bersama.

Dengan hilangnya budaya ilmu menjadi sekadar budaya sekolah, orang menjadi berorientasi pada gelar dan tidak memperhatikan poin esensialnya. Berkaitan dengan mementingkan ilmu, di dalam masyarakat berbudaya ilmu, ilmu berada pada kedudukan yang tinggi melampaui persekolahan. Budaya ilmu tidak memisahkan pelaksanaan pendidikan formal-informal.

Budaya ilmu ditopang oleh sistem nilai yang membuat ilmu berada pada kedudukan tinggi sehingga nantinya bisa tampak pada beberapa aspek yang memastikan masyarakat bergerak dari kualitas kognitif menjadi masyarakat baru yang sesuai dengan nilai Islam. Nilai-nilai tersebut di antaranya:

1. Mementingkan ilmu
2. Berpemahaman bahwa hasil ilmu itu abadi
3. Proses keilmuan itu berkesinambungan dari masa ke masa (belajar sepanjang hayat)
4. Muncul sikap hormat-kritis terhadap ilmu
5. Kesinambungan ilmu (generasi ke generasi)
6. Kepemimpinan
7. Bermusyawarah
8. Peranan Wanita

Ilmu adalah kebaikan, tidak hanya mengantarkan pada kebaikan, namun kebaikan itu sendiri. Sedangkan jahl adalah keburukan. Di dalam buku Franz Rosenthal disebutkan bahwa Islam dicirikan dengan ilmu, jika anda muslim artinya anda ‘alim, karena anda tidak bisa menjadi seorang muslim tanpa menjadi orang berilmu.

Setiap usaha dan hasil yang berlandaskan ilmu bersifat kekal. Dalam Islam ilmu itu dibawa mati. Kemudian orang yang memiliki budaya ilmu itu belajarnya sepanjang hayat.

Berkaitan dengan pemimpin, orang yang menjadi pemimpin adalah orang yang memiliki ilmu, bukan orang yang memiliki citra.

Tags: Anton Ismunanto Barat Budaya Ilmu Forum Mengeja Hujan Ilmu Pemikiran

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

Jama’ah Shalahuddin Gelar Pelatihan Riset

Kabar JSKabar UGM Minggu, 19 Maret 2023

Riset merupakan hal yang paling mendasar supaya gerak dakwah Jama’ah Shalahuddin tepat sasaran. Untuk itu, Jama’ah Shalahuddin menggelar pelatihan riset untuk anggota yang diadakan oleh Departemen Kajian Strategis pada hari Sabtu (18/3).

Bertempat di Ruang Meeting Masjid Kampus UGM, Pelatihan Riset yang diisi oleh Ahmad Resa, S.Ag (Pengurus Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara) berlangsung pada pukul 08.35 WIB hingga menjelang waktu zuhur.

JS dan Takmir Masjid Kampus UGM Gelar Kajian Akbar Isra’ Mi’raj

Kabar JSKabar TerkiniKajian Jumat, 24 Februari 2023

Untuk menyongsong Grand Launching Jama’ah Shalahuddin Tahun 2023, Jama’ah Shalahuddin bersama takmir Masjid Kampus UGM menggelar Kajian Akbar untuk memeringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw.

Rajab Bulan Mulia, Tetapi Sering Dilupakan

Catatan ShalahuddinKabar JSKabar Terkini Jumat, 3 Februari 2023

Oleh: Indra Oktafian Hidayat

Bulan Rajab adalah salah satu bulan dalam kalender Islam yang memiliki posisi yang sangat penting.

Forum Mengeja Hujan #13

Forum Mengeja Hujan #13: Al Hadits wal Muhadditsun

Forum Mengeja HujanKajian Minggu, 15 Agustus 2021

Forum Mengeja Hujan #13: Al Hadits wal Muhadditsun bersama Ustadz Anton Ismunanto, S.Pd., M.Pd., pada 21 Agustus 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH

AL HADITS WAL MUHADDITSUN

Al Hadits wal Muhadditsun adalah sebuah kitab yang terkenal, disertasi Abu Zahwu di Al-Azhar pada tahun 40-an yang membahas perkembangan ilmu hadits.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin