ABDUL ROZAQ FAKHRUDDIN
“DA’I, PEMIMPIN DAN RAKYAT KECIL”
Sandea Yahya Angkasa
(Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin)
Kyai Haji Fakhruddin adalah seorang lurah naib (penghulu) di Pura Pakualaman Yogyakarta.
Prolog
Sebuah alur permasalahan tersirat dalam pikiran setelah kami mendengarkan apa yang tertulis di kartu-kartu tersebut.
Sebuah kegiatan positif yang diselenggarakan oleh Jama’ah Shalahuddin UGM yang bekerja sama dengan ormas-ormas di Jogjakarta.
(Pesan dari Alumni Jama’ah Shalahuddin tentang identitas JS)
Pak Haryanto, Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, yang merupakan alumni Jama’ah Shalahuddin UGM, bercerita mengenai identitas Jama’ah Shalahuddin kepada para pengurus Jama’ah Shalahuddin 1431 H/2010 M, pada saat para pengurus tersebut melakukan silaturahim pada awal bulan Maret 2010.
“Nahnu Du’at Qobla kulli syai’in (kita adalah da’i sebelum menjadi apapun)”
Ungkapan diatas sering kita dengar dan mungkin selalu disampaikan oleh para aktivis dakwah dalam meyakinkan dirinya dan orang lain bahwa profesi mula seorang muslim menjadi apapun adalah bertugas menyampaikan risalah dakwah Rasulullah SAW kepada umat islam.
Sebagai agent of change, seorang Da’i tidak terlepas oleh dinamika kehidupan, baik dari kehidupan personal maupun secara kolektif.





