Pahlawan di Mata yang Semu

 

Oleh Wisnu Bangkit N
Departemen Kajian dan Strategi Jamaah Shalahuddin

Pahlawan adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Dalam UU No. 20/2009, pahlawan merupakan seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara. Ataupun seseorang yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan negara Republik Indonesia. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran atau pejuang yang gagah berani. Pahlawan juga sosok yang tangguh, tak gentar membela rakyat dan rela bercucuran darah untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Ada banyak pandangan tentang pahlawan. Setiap ras, suku, dan budaya tertentu mempunyai pandangan tersendiri tentang pahlawan. Tak jarang pahlawan dijadikan role model bagi sebagian orang karena sifat-sifat kepahlawanannya. Sebab pahlawan bukan hanya gelar atas apa yang telah dilakukannya.

Berbicara soal pahlawan tidak pantas membuat kita berpikir sempit kalau sosok tersebut hanya ada di masa lalu yang rela mati demi negara. Atau orang yang memperjuangkan bangsa maupun agamanya dengan segenap jiwa dan raga untuk mencapai tujuan kemerdekaan yang ia bela. Banyak yang berpandangan bahwa pahlawan ialah sosok orang yang rela bertempur di medan perang dengan bambu runcing, senapan ataupun tank baja. Pahlawan tidak harus bersenjata perang dan bercucuran darah bukan? Ya benar. Pahlawan bukan hanya dinilai dari hasil perjuangannya, tetapi juga sifat-sifat kepahlawanannya. Seperti keberanian, semangat juang yang tinggi, keperkasaan, rela berkorban, bijaksana dan mempunyai jiwa ksatria. Pun bisa dinilai sebagai pahlawan ketika ia mempunyai kontribusi bagi masyarakat sekitarnya atau melakukan perubahan-perubahan di lingkungannya dengan sifat-sifat kepahlawanannya. Bahkan, seorang ibu bisa menjadi pahlawan untuk anak-anaknya, seorang ayah bisa menjadi pahlawan bagi keluarganya dan seorang guru bisa menjadi pahlawan bagi murid-muridnya karena sudah mencerdaskan anak-anak bangsa.

Seringkali persepsi tentang pahlawan hanya sebatas kira-kira tahu. Banyak yang mengganggap dirinya tahu akan suatu istilah tertentu padahal ia tidak benar-benar tahu secara hakikat. Dengan melihat sifat-sifat pahlawan kita dapat mengerti hal yang semu dalam pandangan kita. Pahlawan bukan hanya sesosok yang membela negaranya tetapi juga berkontribusi dalam perubahan positif terhadap sesamanya, lingkungannya atau untuk bangsanya. Bahkan seseorang bisa menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri dengan sifat-sifat kepahlawanan yang ada.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *