Arsip:

JS Menulis

Ledakan Beirut dalam Sorotan Dinamika Kondisi Internal dan Hubungan Internasional Lebanon (theatlantic.com)

Ledakan Beirut dalam Sorotan: Dinamika Kondisi Internal dan Hubungan Internasional Lebanon

Oleh:

  • Pandega Abyan Zumarsyah
  • Syahdan Haris Abdillah

Ada Apa dengan Lebanon?

Pada hari Selasa, 4 Agustus lalu, sebuah ledakan besar terjadi di Beirut, Lebanon. Ledakan itu disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di Pelabuhan Beirut. Akibat ledakan itu, lebih dari 200 orang meninggal, 5.000 orang terluka, dan terdapat 300.000 orang yang kehilangan tempat tinggal. [1] 

Insiden ledakkan juga menghasilkan gelombang kejut yang menjalar ke seluruh kota Beirut, cukup kuat untuk menimbulkan kerusakkan yang serius terhadap bangunan kota dan pemukiman warga yang ada di sekitarnya. Ledakan tersebut terdeteksi oleh Badan Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey) sebagai peristiwa seismik mirip gempa berkekuatan 3,3 Magnitudo[2], yang juga dianggap sebagai salah satu ledakan non-nuklir terkuat dalam sejarah.[3] Disebutkan kerugian akibat insiden ledakkan diestimasi mencapai  kisaran angka 10 – 15 miliar dollar (sekitar 146–219 triliun rupiah).[4] read more

Hikmah Idul Adha : Refleksi Tentang Cinta dan Pengorbanan

Source: Manado Tribun-News

Pada bulan Dzulhijjah di setiap tahun, umat islam di seluruh dunia memperingati hari raya idul adha atau yang biasa disebut juga sebagai hari raya qurban. Hari raya idul adha biasa kita peringati dengan melakukan sholat berjamaah di lapangan, dilanjutkan dengan acara pemotongan hewan qurban, kemudian ditutup dengan jamuan makan bersama dengan menu sate, gulai, serta berbagai macam olahan daging lainnya.

Secara historis, diceritakan di dalam Al-Qur’an bahwa praktek kurban pertama kali dilakukan oleh kedua anak nabi Adam, Habil dan Qabil. Ibadah qurban pada waktu itu diperintahkan sebagai solusi untuk menyelesaikan sengketa di antara mereka berdua. read more

Menyoal Dinamika Respon Perubahan Status Hagia Sophia (Pixabay)

Menyoal Dinamika Respon Perubahan Status Hagia Sophia

Oleh :

  • Mutia Nadhilah Azzahra
  • Pramudya Wisnu Wijaya

Perubahan Status Hagia Sophia

Belum lama ini, dunia digemparkan dengan pengumuman perubahan status Hagia Sophia menjadi masjid kembali. Bagaimana tidak, di tengah situasi yang di mana seluruh dunia tengah fokus dengan penangan COVID-19, Turki tiba-tiba memberikan pengumumannya terkait Hagia Sophia. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Putusan pengadilan administrasi utama Turki telah menganulir dekrit pemerintahan pada 1935. Kini, sejak Jumat (10/7/2020), Hagia Sophia adalah masjid. read more

New Normal: Sebuah Perubahan atau Penyesuaian Kehidupan?

Source: @artstation Pinterest

PENDAHULUAN

Coronavirus merupakan virus yang menginfeksi saluran pernafasan dan menyebabkan Coronavirus disease (Covid-19). Coronavirus ini muncul pertama kali di Wuhan, China pada Desember 2019. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini memiliki gejala awal seperti flu hingga infeksi saluran pernafasan akut, yang bisa berujung pada kematian (Stoppnemonia.id). Penyebaran virus ini cepat dan meluas hingga hampir seluruh negara di dunia terinfeksi oleh Covid-19. Dilansir dari Infeksi Emerging milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada Juni 2020 terdapat 216 dari 241 total negara di dunia yang terjangkit virus Covid-19. Sampai saat ini, jumlah pasien Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Sampai dengan tanggal 17 Juni 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia melalui web covid19.go.id menyebutkan bahwa pasien positif Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia ada sebanyak 41.431 orang, dengan jumlah pasien sembuh 16.243 orang, dan pasien meninggal 2.276 orang. Sedangkan secara global, dari data 216 negara di dunia, jumlah pasien positif Covid-19 terkonfirmasi adalah 8.184.331 orang, dengan jumlah kematian mencapai 443.960 orang. read more

Rilis Isu RUU HIP Jama’ah Shalahuddin

source: Widezone.com

MENGENAL RUU HIP DAN PERJALANANNYA

Berdasarkan Catatan Badan Legislasi Pengambilan Keputusan Atas Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) disebutkan bahwa RUU ini dibentuk karena belum adanya undang-undang sebagai landasan hukum yang mengatur mengenai Haluan Ideologi Pancasila untuk menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini menjadi latar belakang diperlukannya Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila. Sedangkan pengertian dari Haluan Ideologi Pancasila sesuai yang diatur dalam RUU HIP dimaksudkan sebagai pedoman bagi cipta, rasa, karsa, dan karya bangsa Indonesia dalam mencapai keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan dan gotong-royong untuk mewujudkan tata masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, serta kerakyatan/demokrasi yang berkeadilan sosial. read more

Skenario Pendidikan Indonesia Era New Normal

Source: Pixabay

PENDAHULUAN

Pernyataan resmi Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, pada Jum’at 15 Mei 2020, menjadi babak awal new normal di Tanah Air. New normal secara formal didefinisikan sebagai langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Tidak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 ini tidak hanya menyebabkan  krisis kesehatan, virus ini telah berkembang menjadi penyebab krisis sosial-ekonomi pula. Dengan penerapan new normal keseimbangan dan produktivitas ekonomi di tengah pandemi bisa terjaga. Pendapatan Domestik Bruto (PDB) bisa sedikit ditolong dengan menguatnya sektor konsumsi rumah tangga dan sektor perdagangan. read more

Gabung JS, Nyari Apa?

Oleh: Afif Yati (Biro Khusus Kaderisasi Jama’ah Shalahuddin UGM 2019)

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) merupakan wadah para mahasiswa saleh yang aktif berdakwah dan memperjuangkan kebenaran. Seperti itulah yang dipikirkan oleh masyarakat awam, ketika melihat para akhi-ukhti LDK. Hal tersebut tak jarang menjadi daya tarik seseorang ingin agar dirinya atau anak maupun sanak keponakannya bergabung di LDK. Apalagi sekelas Jama’ah Shalahuddin (JS), LDK yang memiliki peran penting dalam sejarah dakwah kampus hingga membidani lahirnya pergerakan kampus, sangat memukau gelora mahasiswa baru yang masih berbau matahari palapa dan lapangan Pancasila. read more

Bincang Media “Optimalisasi Peran Media Lembaga Dakwah”

BINCANG MEDIA

“OPTIMALISASI PERAN MEDIA LEMBAGA DAKWAH”

Hari, Tanggal : Jumat, 19 Juni 2020

Waktu            : 20.00 WIB – 21.30 WIB

Tempat           : Grup WhatsApp

Acara             : Bincang Media

Narasumber   : Firman Islami (Kepala Syiar Media Gamais ITB 2020)

RINGKASAN HASIL DISKUSI:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

1.Media adalah substansi yang menjadi power bagi lembaga dakwah kampus di tengah kondisi pandemi saat ini yang mengharuskan kita semua untuk membatasi kegiatan atau aktivitas secara langsung (luring), namun tetap mampu mensyiarkan dakwah secara daring melalui multimedia yang dimiliki oleh masing-masing LDK read more

Siapakah Beliau??

Oleh: Genta Ramadhan

Siapakah beliau?

Sosok di atas tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir di Pakualaman, 2 Mei 1889 dan meninggal pada umur 69 tahun di Yogyakarta 26 April 1959.  Ki Hajar Dewantara merupakan seorang aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan di Indonesia. Salah satu perannya dalam bidang pendidikan adalah berdirinya Perguruan Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922. Berdasarkan jasa-jasa beliau dalam merintis pendidikan di Indonesia , berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, Ki Hajar Dewantara dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. read more

Hai Kawan! Aku datang!

Oleh: Afifah Rosyida

Source: Pixabay_Ramadhan

Bulan yang penuh keberkahan telah datang menghampiri, mengetuk pintu-pintu yang semula sunyi. Satu bulan yang sangat dinanti bagi umat muslim. Suatu momen yang terjadi hanya satu tahun sekali. Ketika seluruh umat muslim serentak bersama melakukan puasa, terkecuali bagi mereka yang berhalangan sesuai syariat yang sudah Islam ajarkan. Bagaimana tidak terlihat begitu indah, setiap orang bersama-sama menahan lapar dan dahaga mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya di ufuk barat. Pemandangan yang khas tidak akan terlewat oleh mata kala sore hari, hiruk pikuk para pencari menu buka puasa. Berjajar para pedagang dengan tawaran takjil yang beragam, kumandang adzan maghrib sangatlah dinanti. Tak cukup sampai disitu, ibadah sholat tarawih dan tadarus bersama di surau tiap daerah terlihat begitu menyejukkan mata. Keseluruhan insan manusia saling berburu amalan—amalan kebaikan. Kesyahduan terasa semakin dalam ketika para umat muslim telah menyelesaikan kewajiban berpuasa di bulan ini, Idul Fitri. Bagian yang tidak akan pernah dilupa, takbir dikumandangkan lantang disetiap sudut pengeras suara entah itu dimasjid, jalan kampung, gedung, ataupun tanah lapang terbuka. Setelah itu, rangkaian kegiatan lebaran akan berjalan selama beberapa hari. Berkunjung dirumah sanak saudara, mengantri pembagian angpau dari para tetua, berebut makanan dimeja tamu, makan ketupat ditiap rumah tetangga sampai kenyang, bermain bunga api, membuat petasan dari bambu, dan masih banyak lagi. Bukankah itu sangat indah? Apakah kamu tidak merindukannya? read more