hourglass

Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda,

Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Sekilas Tentang Hadits

Hadits ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh :

– Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.
– Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.
– Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.
(http://laskarjihad.blogdetik.com/page/18/)

Muslim dan Kesabaran

Selama kita masih hidup di dunia, cobaan akan senantiasa hadir dalam kehidupan kita. Cobaan tersebut dapat berupa hal yang tidak kita sukai, maupun hal yang kita sukai. Seringkali manusia hanya berpikir bahwa cobaan dalam kehidupan selalu berupa hal yang tidak menyenangkan, seperti kemiskinan, penyakit, dan musibah. Padahal sejatinya kekayaan, kekuasaan maupun ketampanan/kecantikan juga merupakan cobaan. Disinilah sebagai seorang hamba Allah, kesabaran akan menjadi cahaya penuntun menuju ridha Allah.

Kesabaran juga merupakan ciri mendasar dari orang yang bertakwa. Sebagian ulama bahkan mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengah dari keimanan. Seperti kepala dengan tubuh, Sabar dan Iman saling terkait satu sama lain. Oleh karena itu, tidak salah bila kita menyebut Sabar sebagai permata kehidupan seorang mukmin. Permata yang menjadi cahaya dalam mengarungi kehidupan di dunia dan menerangi hari-hari yang kekal di akhirat kelak. Juga menjadi permata yang menjadi bukti kecintaan dan ketaatan seorang mukmin kepada Rabbnya.

Pengertian Sabar

Karena sabar berhubungan dengan masalah hati, terdapat beberapa pandangan dalam mendefinisikan sabar. Ada yang mendefinisikan sabar dari hakikat sabar, dari konsekuensi sabar dan contoh dari sabar itu sendiri.

Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah.

Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Imam Ar Rohid Alfashani dalam kitab Mufradatii Alfa bil Qur’an mendefinisikan Sabar sebagai mengendalikan diri agar tetap berada dalam kendali akal dan agama, serta menjauhi hal-hal yang tidak dikehendaki oleh akal dan agama.

Sabar Al Qur’an

Di dalam Al Qur’an, terdapat banyak sekali ayat-ayat yang membahas tentang kesabaran. Secara keseluruhan, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur’an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan kepada hamba-hamba-Nya. Beberapa ayat yang menjelaskan tentang kesabaran, antara lain:

Surat Ali Imran ayat 200,

surat ali imran ayat 200
Wahai orang yang beriman,bersabarlah kalian dan kuat-kuatkanlah diri kalian dalam kesabaran”

Surat Al Baqarah ayat 155

surat ali imran ayat 155
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Az Zumar ayat 10

surat az sumar ayat 10

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Muhammad ayat 31

muhammad 31 - jamaah shalahuddin ugm

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

Kesabaran Sebagaimana Dijelaskan dalam Hadist

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, terdapat 29 hadist yang dihimpun dalam bab Sabar.

Dari Abu Malik al-Harits bin Ashim al-Asy’ari r.a. berkata: Rasulullah s.a.w.bersabda:

“Bersuci adalah separuh keimanan dan Alhamdulillah itu memenuhi timbangan,Subhanallah dan Alhamdulillah itu dapat memenuhi atau mengisi penuh apa-apa yang adadi antara langit-langit dan bumi. Shalat adalah pahala, sedekah adalah sebagai tanda keimanan bagi yang memberikannya – sabar adalah merupakan cahaya pula, al-Quran adalahmerupakan hujjah untuk kebahagiaanmu – jikalau mengikuti perintah-perintahnya danmenjauhi larangan-larangannya – dan dapat pula sebagai hujjah atas kemalanganmu – jikalautidak mengikuti perintah-perintahnya dan suka melanggar larangan-larangannya. Setiaporang itu berpagi-pagi, maka ada yang menjual dirinya – kepada Allah – berarti iamemerdekakan dirinya sendiri – dari siksa Allah Ta’ala itu – dan ada yang merusakkandirinya sendiri pula – kerana tidak menginginkan keridhaan Allah Ta’ala.” (H.R Muslim)

Keterangan:

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Hadis ini ialah:

(a) Bersuci yakni menyucikan diri dari hadas dan kotoran.

(b) Memenuhi neraca karena sangat besar pahalanya, hingga neraca akhirat penuhdengan ucapan itu saja.

(c) Artinya andaikata pahalanya itu dibentuk menjadi benda yang tampak, pastidapat memenuhi langit dan bumi.

(d) Shalat adalah cahaya yakni cahaya yang menerangi kita ke jalan yang diridhaiAllah. Sebab orang yang tidak suka bersembahyang pasti hati nuraninya tertutup darikebenaran .

(e) Sedekah yang sunnah atau wajib (zakat) itu merupakan kenyataan yangmenunjukkan bahwa orang itu benar-benar telah melakukan perintah Allah.

(f) Al-Quran itu hujjah (keterangan) bagimu yakni membela dirimu kalau engkausuka melakukan isinya. Atau juga keterangan atasmu yang akan mencelakakan dirimu yaitukalau engkau menyalahi apa-apa yang menjadi perintah Allah.

(g) Kita di dunia ini ibarat orang yang sedang dalam bepergian ke lain tempat yanghanya terbatas sekali waktunya. Di tempat itu kita menjual diri yakni memperjuangkan nasibuntuk hari depan seterusnya yang kekal yaitu di akhirat. Tetapi di dalam memperjuangkanitu, ada di antara kita yang memerdekakan diri sendiri yakni melakukan semua amat baikdan perintah-perintah Allah, sehingga diri kita merdeka nanti di syurga. Tetapi ada pulayang merusak dirinya sendiri kerana melakukan larangan-larangan Allah hingga rusaklahakhirnya nanti di dalam neraka, amat pedih siksa yang ditemuinya.

Aspek-Aspek Kesabaran sebagaimana yang Digambarkan dalam Hadits

Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang secara spesifik menggambarkan aspek-aspek ataupun kondisi-kondisi seseroang diharuskan untuk bersabar. Meskipun aspek-aspek tersebut bukan merupakan ‘pembatasan’ pada bidang-bidang kesabaran, melainkan hanya sebagai contoh dan penekanan yang memiliki nilai motivasi untuk lebih bersabar dalam menghadapi berbagai permasalahan lainnya. Diantara kondisi-kondisi yang ditekankan agar kita bersabar adalah :

1. Sabar terhadap musibah

Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)

2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad).Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.

3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)

4. Sabarterhadap jabatan & kedudukan.Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).

5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)

6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi. Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR.Turmudzi).

Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran

Ketidaksabaran (baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang seyogyanya diantisipasi dan diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif dari amalan yang dilakukan seorang insan. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah dsb. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat, guna meningkatkan kesabaran. Diantara kiat-kiat tersebut adalah:

1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.

2. Memperbanyak tilawah (baca; membaca) al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena al-Qur’an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.

3. Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.

4. Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dsb.

5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti’jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat “amalan” seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihatpada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)


6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.

7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya. Karena hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.

(http://bukhari.or.id/home/index.php?option=com_content&view=article&id=185:10-kiat-agar-dapat-sabar&catid=23&Itemid=331)

Penutup

Demikianlah sekelumit pembahasan tentang sabar. Sabar, pada intinya merupakan ciri mendasar seorang mukmin yang menjadi cahaya dalam mengarungi kehidupan di dunia dan akan menerangi kehidupan yang kekal di akhirat kelak. Bersama dengan iman, sabar menjadi permata kehidupan seorang hamba yang mengharapkan keridhaan Allah atas dirinya.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar dalam kehidupannya. Maka, marilah dalam momen bulan Ramadhan ini, kita membiasakan diri untuk bersabar. Insya Allah, Allah akam memberikan kemudahan bagi hambaNya yang berusaha di jalanNya.

Ditulis Oleh:

Siti Rohayati

Departement Media Opini – Jamaah Shalahuddin

Sastra Inggris – Fakultas Ilmu Budaya UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.