Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Islamic Engineering Days 2012

  • Kabar JS, Kabar Terkini
  • 25 Februari 2012, 13.51
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

ied2012

Islamic Engineering Days 2012 (IED 2012) merupakan salah satu program kerja dari Departemen PIONEER (Pan of Intellectual for Moslem Engineer), Forum Ukhuwah dan Studi Islam (FUSI) Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang diadakan pada tanggal 23-25 Februari 2012. IED 2012 ini mengusung tema “Moslem Society Empowerment Through Environmentally-Friendly Technology”. Adapun rangkaian acara yang akan dilakukan antara lain berupa seminar nasional, workshop, pameran teknologi, kompertisi karya tulis bagi mahasiswa dan pelajar SMA tingkat nasional, serta konferensi mahasiswa Indonesia. Dimana goal dari acara ini adalah untuk membentuk jaringan LDK antar kampus di Indonesia. LDK Jama’ah Shalahuddin UGM turut mengirimkan dua delegasi terbaik untuk mengikuti Islamic Engineering Days 2012 yaitu Muhammad Ali Ibrahim (Teknik Nuklir, 2010) dan Abdul Majid (Teknik Mesin, 2011).

Acara dimulai dengan pembukaan oleh dekan Fakultas Teknik UI dilanjutkan dengan Seminar Nasional I pukul 9.00 WIB bertempat di Ruang Chevron Dekanat FT UI. Dengan mengangkat tema yaitu “Merajut Keikhlasan dalam Profesi”. Seminar ini dibuka diisi oleh 2 orang pembicara yaitu Ust. Zainal Abidin (penasehat ikatan pengusaha Indonesia) dan Dr. Endry Rahman (Master in Engineering, TU Braunschweig, Jerman). Ditengah-tengah acara peserta dikejutkan dengan adanya prototype pesawat yang dibuat oleh Dr.Endry. Dan acara seminar pertama pun ditutup pukul 12.15 WIB dilanjutkan dengan ISHOMA. Pada pukul 13.00 diadakan breafing mengenai teknis acara konferensi mahasiswa nasional yang diadakan pada hari sabtu tanggal 25 Februari 2012. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan presentasi finalis perlombaan inovasi teknologi terbarukan karya anak bangsa dari tingkat mahasiswa dan lomba Essay dari kalangan pelajar tingkat SMA. Selanjutnya rombongan peserta delegasi dan finalis lomba diantar ke Aula Setyaningrum PUSGIWA UI untuk mengikuti acara Sarasehan, dimana acara tersebut diisi games, makan malam dan berkenalan dengan Semua peserta delegasi, finalis lomba dan panitia IED untuk mempererat ukhuwah satu sama lain. Sekitar pukul 21.30 rombongan kembali ke Asrama UI dan beristirahat. Inti dari rangkaian kegiatan di hari pertama adalah : mempererat ukhuwah antar sesama dan para peserta juga dibekali lmu dari seminar nasional 1 yang intinya idealisme itu harus dijaga.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada