Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Training Kemediaan: Manajemen Isu

  • Kabar JS, Kabar Terkini
  • 12 Mei 2012, 07.42
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

manajemen

Acara ini dibangun atas dasar kebutuhan di tubuh MDK akan keahlian tambahan sebagai penggerak media dakwah kampus. Bukan hanya kemampuan kemampuan yang bersifat “teknis” seperti kepenulisan dan produksi. Dibutuhkan kemampuan “strategis” untuk menganalisa pergerakan isu serta memberikan penyikapan yang berpengaruh dimasyarakat.

Tidak hanya kemampuan untuk bersifat reaktif. MDK saat ini juga dituntut untuk lebih proaktif dalam menciptakan isu. Minimal ada dua hal yang wajib dipahami agar pengangkatan isu tersebut berhasil. Yaitu kemampuan untuk mengkomunikasikan isu tersebut secara efektif ke masyarakat dipadukan dengan pemahaman tentang pengelolaan opini publik. Sehingga dipandang perlu untuk membekali para pemegang kebijakan media dengan keahlian manajemen isu. Training ini dirancang untuk memberikan kemampuan pengelolaan isu tersebut kepada penggerak media dakwah. Poin poin yang ingin ditekankan antara lain :

1. Memilih isu yang memiliki urgensi untuk disikapi.

MDK tidak mungkin menyikapi seluruh isu yang beredar dimasyarakat. Karenanya diperlukan keahlian untuk memahami isu isu apa yang memiliki “nilai berita” di kalangan masyarakat kampus dan berdampak terhadap perkembangan dakwah kampus. Serta mengenai sumber sumber informasi yang dapat dijadikan sebagai sumber isu.

2. Pengkajian Isu dan Penentuan Sikap.

Pengkajian isu merupakan salah satu tahap yang penting untuk menentukan “kematangan” sikap yang akan diambil oleh MDK. Pengetahuan mengenai tahapan-tahapan pengkajian isu, faktor-faktor yang harus diperhitungkan serta alternatif dalam pengambilan sikap MDK akan sangat berpengaruh terhadap kualitas penyikapan yang dihasilkan. Bila waktu memungkinkan, materi mengenai teknik-teknik pengumpulan data sekunder akan sangat bermanfaat dalam menunjang tahapan pengkajian isu.

3. Pengemasan Isu ke Masyarakat.

Dibutuhkan pengetahuan mengenai cara cara yang efektif dalam mengkomunikasikan sikap MDK ke masyarakat melalui media. Sehingga masyarakat dapat menerima dan mendukung sikap yang diangkat oleh MDK. Hal ini bisa diperlebar tentang respon terhadap isu. Kapan dan plus minus suatu isu ditanggapi dengan sebuah aksi turun jalan, atau dengan mengadakan seminar, atau dengan artikelisasi opini ke semua media yang terjangkau atau dengan alternatif lain.

4. Manajemen Opini Masyarakat.

Banyak isu isu yang membutuhkan perhatian masyarakat dalam jangka panjang. Penyikapan isu-isu seperti Kemerdekaan Palestina dan Liberalisasi Agama membutuhkan waktu yang lama sebelum dapat mengubah opini masyarakat umum. Bagaimanakah cara untuk mempertahankan relevansi penyikapan yang telah dilakukan dalam jangka panjang? Langkah langkah apa saja yang harus diambil MDK untuk dapat mencapai peran sebagai agenda-setter di tengah masyarakat kampus?

5. Evaluasi Keberhasilan Penyikapan.

Pengukuran keberhasilan penyikapan merupakan langkah yang wajib dilakukan. Langkah ini penting untuk mengetahui kondisi real masyarakat dan kedepannya sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan penyikapan isu. Indikator indikator apa saja yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan penyikapan? Bagaimana seharusnya sebuah MDK melakukan evaluasi serta menyikapi hasil evaluasi tersebut?

Seusai acara tersebut diharapkan para peserta memahami metode manajemen isu mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Serta memiliki wawasan tentang penerapan manajemen isu oleh media professional. Sehingga dihasilkan penyikapan yang matang, tepat sasaran dan memiliki pengaruh di masyarakat. Dengan itu, Media Dakwah Kampus dapat lebih aktif memberikan kontribusi untuk mencapai cita cita dakwah secara global.

Berikut ini adalah susunan acara Training Kemediaan “Managemen Isu” Jarsus Media Opini 1432 H (23/04/2011) :

No

Acara

Waktu

1

Registrasi Peserta 07.30-08.00

2

Pembukaan 08.00-08.10

3

Pembacaan Tilawah 08.10-08.20

4

Penjelasan tentang JMO dan BK IDI 08.20-08.40

5

Training Kemediaan “Managemen Isu” 08.20-11.45

6

Penutup 11.40 WIB

By : Jaringan Khusus Media Opini FSLDIK UGM 1432 H

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada