Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Ramadhan di Kampus

Das’ad Latif: Iman dan Ilmu Tidak Dapat Dipisahkan

  • Ramadhan di Kampus
  • 26 Maret 2024, 16.10
  • Oleh :

Da’i Nasional asal Sulawesi, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Dr. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D. berbicara mengenai pentingnya memiliki iman dan ilmu, pada ceramah tarawih Ramadan Public Lecture 1445 H di Masjid Kampus UGM, Senin (25/3). Iman dan ilmu tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia karena keduanya saling menguatkan dan melengkapi. “Iman itu gampang, tapi yang sulit ialah diakui oleh Allah sebagai orang yang beriman” ujar Ustaz Das’ad.

 

Karakteristik orang beriman menurut al-qur’an: pertama, apabila disebut nama Allah bergetar hatinya. Orang yang disebutkan nama Allah hatinya tidak bergetar dan berani mempermainkan nama-Nya, disebut qaswatul qalbi (keras hati tidak menerima nasihat). Maka hati yang telah mengeras dapat dibersihkan dan diperbaiki dengan beristighfar, dzikir, dan mengaji. Kedua, orang yang beriman apabila dibacakan ayat Allah, bertambah imannya. Ketiga, orang yang beriman senantiasa bertawakal kepada Allah Swt. 

 

Iman tidak cukup hanya dilisankan, tetapi unsur iman dari definisinya yakni meyakini dalam hati, melakukan dalam kehidupan sehari-hari, dan jika memungkinkan, mendakwahkannya. Ustaz Das’ad mengutip potongan Al-Qur’an surah Al-Mujadilah  ayat 11 yang artinya “… Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…”. Dari ayat tersebut beliau menjelaskan bahwasannya iman dan ilmu tidak dapat dipisahkan. “Maka tidak ada gunanya ilmu yang kamu miliki ketika kamu tidak memiliki iman,” ujar Ustaz Das’ad. 

 

Terdapat tiga kelebihan ilmu menurut Ali bin Abi Thalib, sahabat nabi yang paling cerdas: pertama, ilmu akan senantiasa menjaga kita, sedangkan harta kita yang harus menjaganya. Kedua, dengan harta belum tentu kita akan mendapatkan ilmu. Ketiga, ketika kita memberikan ilmu, maka ilmu akan bertambah, namun ketika kita memberikan harta, maka harta akan berkurang. Maksudnya adalah ketika memiliki uang sebesar 5 juta, lalu memberikan 3 juta kepada temannya tanpa adanya konteks khusus maka berkuranglah uang yang dimiliki. Tetapi, apabila memiliki ilmu, lalu diajarkan kepada orang lain maka bertambahlah pahala jariah baginya dari Allah Swt.’

 

Selanjutnya, Ustaz Das’ad menjawab pertanyaan dari jama’ah mengenai iman. Iman memiliki tiga tingkatan: pertama, iman yang selalu naik, yakni iman para nabi dan rasul. Kedua, iman yang tidak naik dan turun (statis), imannya para malaikat. Ketiga, iman yang terkadang naik dan kadang turun, yakni iman manusia. Maka supaya iman manusia bisa istiqamah: pertama, sering mendengar dakwah atau kajian. Kedua, berteman dengan orang-orang shalih. 

 

Ustaz Das’ad juga menjelaskan mengenai mana yang lebih dahulu antara iman atau ilmu, maka beliau mengatakan bahwa ilmu lebih dulu karena ayat Al-Qur’an yang pertama diturunkan adalah اقرأ  (bacalah). Karena pada hakikatnya dengan adanya ilmu maka iman bisa kita dapatkan melalui belajar, sebab Islam merupakan agama yang dipelajari. (Fatiya Auliya/Editor: Hafidah Munisah/Foto: Tim Media Kreatif RDK)

 

 

 

[ux_text font_size=”1.5″]

Saksikan videonya di sini:

[/ux_text]
[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=z2mQQldDPy0&list=PLVI7o-nN85oVFh1f8aKVFfqYc-BV9J86S&index=16″ height=”50%”]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada