Malam itu, di ruang segi delapan yang dipeluk sejuknya angin malam Yogyakarta, peserta Training Kepemimpinan (TK) 2 Jama’ah Shalahuddin berkerumun, menyaksikan layar yang menayangkan sebuah film ciamik. Kebersamaan di antara peserta menghangatkan suasana, bak selimut yang melindungi dari gigil malam Yogyakarta. Di tengah itu, mereka disuguhkan sebuah film yang menghadirkan kenyataan pahit dunia modern: “Budi Pekerti”, sebuah mahakarya yang disutradarai Wregas Bhanuteja dan berhasil mengantongi 17 nominasi di ajang Festival Film Indonesia.
Karya Seni
Training Kepemimpinan 2 Jama’ah Shalahuddin (TK 2 JS) 2023 telah selesai dilaksanakan. Salah satu tugas pada training tersebut adalah membuat esai. Berikut antologi esai peserta TK 2 JS 2023.
[pdfviewer width=”100%”]https://js.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/23/2023/07/Essay-TK-2-_merged.pdf[/pdfviewer]
Oleh: Ahmad Naufal Azizi
Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM
2 Mei akan tetap seperti ini.
Ia datang sebentar, membeberkan wacana pendidikan yang lebih baik, boleh jadi muncul aksi di satu-dua tempat, lantas kemudian pergi -hilang tanpa ada pemaknaan berarti.
Tahun depan?
2 Mei boleh jadi datang lagi. Ya tentu dengan rutinitas sama seperti hari ini. Bahkan, ketika dunia hendak kiamat sekalipun, 2 Mei akan tetap jadi hiburan simbolik belaka. Sampai kapanpun, ketika kepentingan pendidikan masih berdasar sekat almamater dan kepentingan organisasi masing-masing, sampai saat itu pula perjuangan akan pendidikan yang lebih baik akan berakhir mengecewakan.
2 Mei akan tetap seperti ini.
Manusia tak luput dari salah itu benar, namun jangan jadikan itu sebagai alasan tuk selalu berbuat kesalahan. Ketika berbuat kesalahan maka yang selalu dijadikan alasan yaitu manusia tak luput dari salah. Perfectional itu yang harus kita cari. Mengerjakan sesuatu dengan sempurna itu yang harus kita lakukan meski tidak akan pernah bisa sempurna.
Dan Allah tidak melihat kesempurnaanmu dalam menjalaninya namun Niat tulusmu yg disertai usaha untuk menjalankannya. karena engkau tidak bisa sempurna, maka biarkanlah Allah yg akan menyempurnakannya.

Apa yang akan engkau lakukan ketika engkau diberi sebuah amanah yang engkau merasa tak mempunyai kemampuan tuk menjalankannya sementara di satu sisi tak ada seorangpun yang mau menjalankan amanah tersebut karena di zaman sekarang sudah terlalu sedikit orang yang mau menautkan hati di jalan da’wah.
Zainab binti Jahsy -Radhiallaahu’anha- “Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan–urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. (Al-Ahzab:36).
Akhirnya Zainab mau menikah dengan Zaid karena ta’at kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, konsekuen dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara orang yang satu dengan orang yang lain melainkan dengan takwa. Akan tetapi kehidupan rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidakcocokan mewarnai rumah tangga yang terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum jahiliyah dalam perkawinan.
Tak semegah istanah Negara, tak seindah mahligai sang Raja. Hanya beratapkan Rumbia, berlantaikan tanah dan berdindingkan Anyaman bambu.
Jikalau hujan datang, aku kebasahan karena dedaunan rumbia yang mulai rapuh. Jikalau angin berhembus, aku kedinginan karena sulaman bambu dinding rumahku sedikit demi sedikit mulai patah. Meskipun begitu aku tetap bertahan untuk tinggal di situ. Setidaknya itu adalah rumahku. Rumah yang aku bangun oleh jerih payahku sendiri. Bukan dari hasil rampasan hak orang lain.
Sebuah Kisah Tentang Pengorbanan Cinta Seorang Istri Sholehah
Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu…
Wanita itu bernama Rukaiyah… wajahnya tidak begitu cantik namun basuhan air wudhu yang selalu membasahi membuat dia tampak bersahaja. Ditambah kelembutan akhlaknya yang dipelajarinya dari kisah-kisah para Radiallahu’anha membuat perilakunya lembut tetapi tidak lemah. Alqur’an dan Hadits telah menjadi pedoman mutlak baginya semenjak Ia duduk di bangku SMA dan sering mengikuti kajian-kajian tentang Islam.





