Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • JS Menulis

Ketika Beban Terasa Berat

  • JS Menulis, Karya Seni
  • 25 Mei 2011, 12.35
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

dakwah

Apa yang akan engkau lakukan ketika engkau diberi sebuah amanah yang engkau merasa tak mempunyai kemampuan tuk menjalankannya sementara di satu sisi tak ada seorangpun yang mau menjalankan amanah tersebut karena di zaman sekarang sudah terlalu sedikit orang yang mau menautkan hati di jalan da’wah.

Lalu engkau pun menangis dalam kedilemaan antara meninggalkan jalan da’wah namun hati tak rela atau mengambil jalan da’wah yg merupakan sebuah amanah penuh resiko.
Ya akhie..
Ya ukhtie..
Innama’al ‘usri yusro, Fa inna ma’al ‘usri yusro..
Percayakah antum bahwa sesungguhnya dalam kesulitan itu akan ada kemudahan??
Percayakah antum pada kebenaran akan firman-Nya yang as-Shadiq?

La tahzan ya Akhie..
La tahzan ya Ukhtie..
Sesungguhnya Allah bersama hambanya yang menautkan hati di jalan-Nya.
Allah tidak akan membiarkan engkau sendirian melewati jalan yang berduri.

Ketika amanah itu tak ada yang mau menopangnya. Percayalah bahwa engkaulah yang menjadi orang terpilih oleh Allah tuk mengembannya. Jika engkau berharap orang yang bisa mengembannya, sekarang sudah terlalu sedikit mereka yang mahu melakukannya. Karena sekarang hampir semua orang sudah tidak punya kepedulian terhadap peradaban ummat. Meraka sedang sibuk pada kebutuhan diri mereka sendiri dan masa depan mereka. Lalu mengabaikan masa depan agama, bangsa dan negara mereka. Padahal ada tanggungjawab untuk semua itu.

Sekarang yang ada bukan bisa atau tidak engkau menjalankannya tapi mahu atau tidak engkau menjalankannya. Karena jika engkau mahu maka sudah terbuka sebuah jalan dalam peradaban.
Jika dalam perjalanan engkau merasa kesulitan, Engkau tertindih oleh beban itu. Lalu engkau pun gagal dalam mengembannya.

Jangan bersedikkkh saudaraku.. Allah tidak menilai hasil pencapaianmu namun Allah menilai Seberapa besar Azzammu ketika mengembannya. Seberapa besar Niat tulusmu mau menopangnya.

Amalanmu bergantung pada niatmu adalah sabda Rosulmu.. Lembaran pertama pada 40 sabda pilihan darinya. (Hadits Arba’in)

Lalu sekarang apa yang membuatmu meragu?

Ummat membutuhkan uluran tanganmu.. Ummat membutuhkan kepedulianmu.. Tidakkah kamu berpikir jika kamu berada di posisi mereka yang terzolimi haknya? Bukankah firman-Nya mengatakan kita satu?

Wahai Islam….. Seddih aku melihat keadan ini…. Sedih aku melihat kezoliman ini.. Disana mereka hidup penuh kewaspadaan sedangkan disini acara humor selalu menduduki rating tertinggi. Apakah banyaknya tawa telah mengeraskan hatimu saudaraku…

Wahai Engkau yang muda..

Ayolah Rapatkan barisan.

Dudukilah saf paling depan tuk menempuh jalan da’wah ini..

Sudah saatnya engkau buktikan kepedulianmu terhadap agamamu..

Janganlah pecah belah..

Janganlah saling membenci dan engkau akan merasakan indahnya saling menyayangi.

Mari bersama kita satukan Visi Menuju Peradaban Islam Yang Lebih baik..
Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita dalam menegakkan Kebenaran Agama ini.
Semoga Allah menguatkan pundak kita dalam mengangkut segala beban dalam kehidupan Ini..

Allahu Akbar…!!!
Aku menyayangi kalian semua saudara muslimku. Dan aku rindu bertemu kalian dalam firdaus-Nya.
Teruntuk kalian yang telah meniti hati di jalan da’wah..

Tetaplah Istiqomah.. Sekarang hanya sedikit orang yang bisa istiqomah menempuh jalan ini..
Jangan rapuh.. Allah menjanjikan syurga untuk hambanya yang menautkan hati di Jalan-Nya.
Allah bersamamu…… Selalu bersamamu…..

 

Oleh: Imints Fasta

tt

Departemen Pelayanan & Syi’ar Jama’ah Shalahuddin UGM
SSG / Ma’had Ali

<!–

Kupersembahkan tulisan ini untuk mereka yang tak pernah lelah menautkan hati di jalan Da’wah.. dan Untuk mereka yg tak putus asa menggapai peradaban..


–>

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada