Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Ramadhan di Kampus

Ahmad Rivai: Allah Menginginkan Kita Menjadi Manusia yang Seimbang

  • Ramadhan di Kampus
  • 1 April 2024, 14.46
  • Oleh :

Kajian Safari Ilmu di Bulan Ramadhan (Samudra), pada hari Minggu tanggal 31 Maret 2024 atau 22 Ramadhan 1445 H yang bertempat di Masjid Kampus UGM menghadirkan Zaky Ahmad Rivai, S.H., M.H yang merupakan Ketua Umum PP KAMMI sebagai pembicara dengan membawa tajuk “Manajemen Produktivitas Muslim dalam Upaya Membangun Peradaban”. 

 

Allah menginginkan kita menjadi manusia yang seimbang (Tawazun), hal ini tertulis dalam Q.S.  Al-Hadid: 25 “Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami menurunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil”. Allah memerintahkan hambanya untuk berbuat adil, karena sesungguhnya keadilan akan mendekatkan diri kepada takwa. Langkah pertama menjadi muslim yang produktif, yaitu adil. Adil terhadap pemikiran dan dirinya sendiri, karena dengan adil, maka terbentuklah kesadaran diri bahwa segala sesuatu harus dilakukan secara proporsional. Prinsip tawazun harus kita terapkan dalam kehidupan sehari hari. 

 

Yang kedua, yaitu tawassuth, dalam  Q.S. Al-Baqarah: 143, Allah berfirman, “Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas perbuatan kamu”.  Tugas umat moderat ini yaitu menjadi saksi (dapat menilai apakah ini benar atau salah menurut Al-Qur’an dan Hadist). Pada dasarnya manusia itu pasti merugi. Lantas bagaimana caranya agar menjadi manusia yang tidak merugi? Yakin terlebih dahulu terhadap Allah (beriman kepada Allah) kemudian ikuti dengan perbuatan amal sholeh dan saling menasehati dalam kebenaran, niscaya kita tidak termasuk menjadi manusia yang merugi.

 

Yang ketiga, yaitu i’tidal (menerapkan keadilan dalam kehidupan) “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah dan saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan” Q.S.Al-Maidah: 8. Terdapat beberapa aspek yang mencerminkan sikap i’tidal, yaitu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan, menggunakan dalil naqli dan dalil aqli secara proporsional, mencari nafkah semaksimal mungkin dengan cara halal dan berkah, tidak berlebihan dalam menilai sesuatu, tidak mudah menghakimi perbedan, tidak mendikotomi pelajaran ilmu agama dengan ilmu-ilmu lain dan yang terakhir, yaitu berakhlakul karimah sesuai dengan tuntunan syariat serta menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat. Itulah aspek-aspek yang harus dipenuhi dalam i’tidal.

 

Yang terakhir, yaitu tasamuh (toleransi), toleransi yang dimaksud tidak hanya dalam perkataan saja tetapi juga ditunjukan dalam bentuk perbuatan. Toleransi tidak hanya sekedar ucapan tapi bagaimana kita memberikan ruang, memberikan keleluasaan. (Dzurrotunnisa/Editor: Hafidah Munisah/Foto: Tim Media Kreatif RDK)

 

 

 

Saksikan videonya berikut ini:

[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=owRvSThABDk&list=PLZabby1QT-cdBaI2pPGNVEtt3MmMZX4zl&index=5″ height=”50%”]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada