Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kajian

KAP 12 November | Kebutuhan Rasul dan Yang dialami Bersama Kaum Mukmin dalam Berdakwah

  • Kajian, Tafsir Qur'an
  • 14 November 2023, 22.34
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Kajian Ahad Pagi | Ahad, 12 November 2023

Tafsir QS. Al Baqarah 2 : 213 – 214

 “Kebutuhan Rasul dan yang Mereka Alami Bersama Kaum Mukminin dalam Dakwah (Part 2)”

Pembicara : Ust. Ridwan Hamidi Lc., M.P.I., M.A.

Notulen : Rahmaisya

Al-Baqarah : 214

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ ٱلْبَأْسَآءُ وَٱلضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوا۟ حَتَّىٰ يَقُولَ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ مَتَىٰ نَصْرُ ٱللَّهِ ۗ أَلَآ إِنَّ نَصْرَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Ayat ini berkaitan dengan hiburan yang Allah sampaikan kepada Nabi Muhammad dan para pengikutnya, bahwa di setiap cobaan pasti ada kemudahan/kemenangan.

“am hasibtum” bisa berarti betul-betul bertanya, atau Allah menunjukkan bahwa kalian betul-betul mengira.

Surga itu identik dengan sesuatu yang tinggi, dan neraka identik dengan sesuatu yang rendah. Dalam bahasa Arab, surga itu “darojah” yang berarti derajat atau tingkatan ke atas, neraka itu “darokat” yang berarti tingkatan tapi ke bawah. Tingkatan surga yang paling bawah pun perlu perjuangan. Apalagi surga dengan tingkatan paling tinggi, pasti “harganya:” sangat mahal. Surga itu layak diperjuangkan dengan segala yang kita miliki.

Di dunia ini terdapat dua jenis orang. Yang pertama adalah “Ahlul ‘afiyah” yaitu orang-orang yang selama hidupnya hampir tidak pernah mendapat cobaan. Yang kedua adalah orang-orang yang selama hidupnya hampir selalu mendapat cobaan. Sebenarnya kedua jenis orang tersebut sama-sama mendapatkan ujian. Orang pertama diberi ujian berupa kenikmatan dan orang kedua diberi ujian berupa kesedihan.

Namun pada ayat ini, ujian yang dibahas adalah ujian berupa kesedihan dan kesengsaraan yang dilewati oleh Rasulullah dan para sahabat serta orang-orang terdahulu. Rasulullah selalu mendapatkan ujian selama 23 tahun semenjak menyebarkan agama islam, baik itu difitnah, diguncing, diancam, disakiti, dll. Namun, Rasulullah selalu bersabar menghadapinya.

Apa saja ujian yang didapatkan oleh orang-orang mukmin? Dalam ayat disebutkan “Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan)”.

Yang terjadi Palestina pun bukan hanya ujian bagi para rakyat Palestina namun juga ujian bagi umat muslim di seluruh dunia. Kita akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang kita dapatkan. “Inna nashrallaahi qariib” sesungguhnya pertolongan Allah itu (sangat) dekat.

QnA

  1. Resep supaya kita semua sekeluarga berada di surga? Baik itu surga dunia maupun surga akhirat? Dengan iman dan amal sholih. Konsepnya yaitu amal shaleh yang dikerjakan akan meningkatkan keimanan, dan amal buruk yang dikerjakan akan mengurangi keimanan. Kesulitan-kesulitan yang tadi dialami itu yang dilihat oleh Allah itu adalah bagaimana kita menyikapinya. Untuk menyikapinya kita butuh role model. Dan contoh terbaik adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka jadikan Rasulullah sebagai role model dalam berkeluarga, seperti cara mendidik anak.
  2. Apakah bau jenazah bisa menandakan seseorang itu syahid? Di Palestina itu jenazahnya banyak dan tidak terurus tetapi para tenaga medis mencium bau harum. Jenazah tidak terurus yang tidak bau saja luar biasa, apalagi kalau tercium bau harum.

[ux_video url=”https://www.youtube.com/live/rLXW_ZeZOMc?si=kT-1qGcx5n8ekY2o”]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada